Sunday, March 23, 2014

BROSS BUNGA KAIN PERCA

Banyak hikmah dari banyak kejadian yang terjadi sepanjang perjalanan kehidupan. Maka aku hanya berserah dan berpasrah diri pada Allah. Aku yakin Allah sedang merajut kehidupan yang terbaik bagi aku.  Perubahan mesti dimulai dari diri sendiri. Janganlah mengharapkan perubahan dari dunia luar. Janganlah menunda perubahan diri hingga dunia berubah. Coba perhatikan, dunia ini senantiasa berubah. Dirimu saja yang tidak ikut berubah. Maka, kau menciptakan konflik antara dirimu dan dunia ini.

Berpedoman jalan kebaikan serta nasihat orang bijak aku selalu berpanutan. Beberapa kata-kata manis dari philosofi Gandhi aku sangat suka :

- Tak seorang pun dapat menyakitiku bila aku tidak mengijinkannya. 

- Orang yang berhasil mengendalikan dirinya, tak akan terkendali oleh orang lain. Ia tidak bisa dibeli, tidak bisa digoda, tidak bisa dirayu. Ia memiliki kepercayaan diri yang luar biasa.

- Janganlah sekali-kali membalas aksi kejahatan dengan kejahatan, kekerasan dengan kekerasan.  karena, setiap orang yang membalas kejahatan dengan kejahatan menjadi jahat. Setiap orang yang membalas kekerasan dengan kekerasan menjadi keras.  

- Forgive and Let it Go.
"The weak can never forgive. Forgiveness is the attribute of the strong.... An eye for eye only ends up making the whole world blind." = Seorang lemah tidak dapat memaafkan. Kemampuan untuk memaafkan hanyalah ada pada mereka yang kuat...... Bila pencungkilan mata dibalas dengan mencungkil mata, maka seluruh dunia akan menjadi buta. =

Dengan memaafkan, kita memperoleh energi yang luar biasa. Energi itu pula yang kemudian menjadi kekuatan kita, menambah semangat kita untuk berjuang demi kebajikan dengan cara yang bajik pula.

- Without Action You aren't Going Anywhere.
"An ounce of practice is worth more than tons of preaching" = Satu ons tindakan lebih baik dari pada berton-ton dakwah. 

-Take care of this moment.
"I do not want to foresee the future. I am concerned with taking care of the present. God has given me no control over the moment following." = Aku tidak tertarik untuk melihat apa yang dapat terjadi pada masa depan. Aku tertarik dengan masa kini. Tuhan tidak memberiku kendali terhadap apa yang dapat terjadi sesaat lagi

Semua masa lalu tidak harus menjadi batu sandungan bagi masa depan. Kurasakan musibah dan cobaan yang menerpa telah menempa aku menjadi pribadi yang semakin berisi. Kekuatan Allah menumbuhkan semangat dan kreatifitas yang luar biasa. Mulai dari ide-ide menulis, menjahit dan berbisnis. Ya Allah... maka nikmatMU yang manalagikah yang aku dustakan. Aku sangat bersyukur. Bimbing terus hamba untuk mencukupkan rezeki hanya dari yang halal dan menjauhkan yang haram. Semoga usaha butik muslimah ini semakin pesat.

Melihat banyak kain perca dari sisa-sisa membuat khimar, maka ide ini muncul. Kreasi bross bunga dan kancing merupakan karunia Allah juga. Pertama membuat brossku sangat sederhana dan tak begitu cantik .











Terlihat sangat sederhana dan kurang rapih. Seiring berjalan waktu aku semakin bisa menelurkan ide-ide kreatif. Tahap keduapun bross bungaku semakin cantik dan rapih. Lihat yukkk...







Kelihatan sudah semakin rapih dan kreatif kan. Ketika aku terus berkreasi maka hasil yang ketiga semakin cantik dan indah serta rapih. Lihat yukksss...



Memang hidup harus terus mencoba dan berlatih agar semakin bertambah waktu mencoba semua terlihat semakin sempurna. Aku akan terus mencoba berkreasi.

Friday, February 28, 2014

BELAJAR MENYULAM DARI MAMA



Mama sosok panutan dan idola bagiku. Menguatkan, mengayomi dan mengajariku berbagai hal. Aku sangat bangga punya mama seperti mama. Mama sosok yang sangat cerdas, penyayang dan penyabar luar biasa. Mama sangat kreatif dan punya keahlian yang sangat banyak, menjahit, menyulam, merajut, berkebun, memasak juga sangat pandai dalam bidang ilmu apapun, matematika, mengarang dan bahasa Inggris.

Sungguh mama yang sangat luar biasa..... Terima kasih telah menjadi mama bagiku. Dalam kedukaanku karena kehilangan anak, mama pindah sementara kerumahku. Menghibur...dan untuk mengisi hari-hari sepi aku mulai belajar menyulam dari mama. Mama tahu dan sangat panda semua teknik sulam biasa maupun sulam timbul. Selama ini meski berjibun buku teknik menyulam kubeli namun agak susah mempraktekkannya. Dari Mama aku bisa dan terampil membuat semua.

Memang manusia tak mampu membaca kehidupan ke depan, aku tak sadar bahwa semua proses ini disaat mama sudah menurunkan seluruh ilmunya dalam teknik menyulam itu adalah proses mewariskan, karena setelah semuanya turun ke aku mama di panggil menghadap Allah. Terima kasih mama telah memberi semua yang baik dan bermanfaat. Mama pasti sudah bahagia ya disisi Allah......

Sulam pita kombinasi sulam benang di jilbab kreasiku dan mama

Kreasi sulam di jilbab yang sempat aku jual

Sulam pita

Sulam Pita

Ini dia sulam benang karyaku. Jauh banget bila dibandingkan karya mama

Ini sulaman mama. Rapih banget

Gabungan antara mama dan aku. Sekali lihat bisa diketahui mana yang mama atau aku buat

Sulam benang feat aku dan mama

Ini buatan aku

Asli karya mama. Tata letak, bentuk bagus banget ya...

100% karya mama

Sulam pita karyaku. Nah kalau sulam pita aku juara 1 dibanding mama. Heheh

Karya mama

STARTING POINT BAGIKU


Dalam perjalanan hidup ini seringkali kita merasa kecewa. Kecewa sekali. Sesuatu yang luput dari genggaman, keinginan yang tidak tercapai, kenyataan yang tidak sesuai harapan. Akhirnya angan ini lelah berandai-andai ria. Sungguh semua itu telah hadirkan nelangsa yang begitu menggelora dalam jiwa.

Dan sungguh sangat beruntung andai dalam saat-saat terguncangnya jiwa, masih ada setitik cahaya dalam kalbu untuk merenungi kebenaran. Masih ada kekuatan untuk melangkahkan kaki menuju majlis-majlis ilmu, majlis-majlis dzikir yang akan mengantarkan pada ketenteraman jiwa.

Hidup ini ibarat belantara. Tempat kita mengejar berbagai keinginan. Dan memang manusia diciptakan mempunyai kehendak, mempunyai keinginan. Tetapi tidak setiap yang kita inginkan bisa terbukti, tidak setiap yang kita mahu bisa tercapai. Dan tidak mudah menyadari bahwa apa yang bukan menjadi hak kita tak perlu kita tangisi. Banyak orang yang tidak sadar bahwa hidup ini tidak punya satu hukum: harus sukses, harus bahagia atau harus-harus yang lain.

Betapa banyak orang yang sukses tetapi lupa bahwa sejatinya itu semua pemberian Allah hingga membuatnya sombong dan bertindak sewenang-wenang. Begitu juga kegagalan sering tidak dihadapi dengan benar. Padahal dimensi tauhid dari kegagalan adalah tidak tercapainya apa yang memang bukan hak kita. Padahal hakekat kegagalan adalah tidak terengkuhnya apa yang memang bukan hak kita.

Apa yang memang menjadi jatah kita di dunia, entah itu rizki, jabatan atau kedudukan, pasti akan Allah sampaikan. Tetapi apa yang memang bukan milik kita, ia tidak akan kita bisa miliki. Meski ia nyaris menghampiri kita, meski kita mati-matian mengusahakannya.

"Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berdukacita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.." (al-Hadiid: 22-23)

Jalinan kalimat-kalimat diataslah yang menjadi motivasi aku dalam menjalani kehidupanku yang hampir runtuh ketika bencana besar melanda hidupku. Mantan suami yang mempidanakanku, serta anak laki-laki yang selama kehidupannya bahkan masih sejak didalam kandungan aku telah mengorbankan setiap elahan nafas dan nyawaku untuk kehidupannya. Ardi yang telah ingin membunuhku dengan ikut bersaksi memperkarakanku. 

Belum berhenti sampai disini, dia merebut Nabilah putri kesayanganku. Lantas sampai detik ini dia belum puas untuk berhenti mengumbar keburukan tentang aku. Tapi alhamdulillah Allah selalu menemaniku didalam dukaku. Keluarga yang penuh kasih terutama mama tercintapun tak pernah henti mendampingi aku dalam luka. 

Maka wahai jiwa yang sedang gundah, dengarkan ini dari Allah:
 "Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagi kamu. Dan boleh jadi kamu mencintai sesuatu, padahal ia amat buruk bagi kamu. Allah Maha mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui." (al-Baqarah: 216)

Maka setelah ini wahai jiwa, jangan kau hanyut dalam nestapa jiwa berkepanjangan terhadap apa-apa yang luput darimu. Setelah ini harus benar-benar dipikirkan bahwa apa-apa yang kita rasa perlu di dunia ini harus benar-benar perlu, bila ada relevansinya dengan harapan kita akan bahagia di akhirat. Karena seorang Mu'min tidak hidup untuk dunia, tetapi menjadikan dunia untuk mencari hidup yang sesungguhnya: hidup di akhirat kelak. Maka sudahlah, jangan kau tangisi apa yang bukan milikmu!


Tak pernah aku menyangka hikmah dibalik semua cobaan ini merupakan "Starting Point" bagiku menuju titik balik yang sangat indah. Sangat bahagia. Terima kasih ya Allah telah memberi aku kehidupan yang jauh lebih baik setelah derita. Selalu ada pelangi sehabis hujan reda.

My beloved Mom yang selalu setia menemaniku dalam duka