Monday, October 2, 2017

MENGHADAPI SENTILAN/EJEKAN KARENA BERHIJAB SYAR’I


Pagi ini aku iseng membuka sebuah akun sosmedku, kulihat ada sebuah notifikasi yang merupakan respon dari tag fotoku di upacara hari Kesaktian Pancasila yang berbarengan dengan hari Batik Nasional kemaren. Di foto itu aku memakai seragam batik, tetapi memang jilbabku sangat panjang sehingga batiknya hampir tidak terlihat. Komennya biasa saja namun jika mau didalami makna yang tersirat kalimat tersebut sebuah kritikan tentang khimarku yang terlalu panjang (alias berlebihan) sehingga blazer batikku tak nampak karenanya. Bisa jadi maknanya kalau berpakaian/berjilbab harus disesuaikan agar apa yang ingin ditampilkan nampak dipermukaan. Astaghfirullah...! Maafkan aku ya Allah ketika hati ini terasa berdetak membaca komen wanita itu.

Sambil terus beristighfar aku membalas komen tersebut “Jika manusia tak dapat melihat, biarlah Allah saja yang tahu saat itu saya memakai baju batik, karena saya sangat mencintai khimar panjangku”. Astaghfirullah...astaghfirullah...astaghfirullah. Aku terus beristighfar memohon ampun karena aku sempat terpancing emosi dengan kalimat-kalimatnya. Aku mohon ampun ya Allah. Aku mengetahui bahwa Islam tidak memberi celah sedikitpun bagi pengikutnya membalas ejekan orang lain. Walaupun demi untuk menyampaikan kebenaran, walaupun dengan alasan untuk “membela” Islam, Allah tidak pernah memberi izin untuk membalas ejekan. Al-Qur’an mengajarkan hanya ada satu cara untuk menghadapi pandangan sinis atau ejekan yaitu diam dan berpaling. Bahkan Allah melarang kita melayani orang-orang “bodoh” yang hanya bermodal cacian/ejekan.

وَإِذَا سَمِعُوا اللَّغْوَ أَعْرَضُوا عَنْهُ وَقَالُوا لَنَا أَعْمَالُنَا وَلَكُمْ أَعْمَالُكُمْ سَلَامٌ عَلَيْكُمْ لَا نَبْتَغِي الْجَاهِلِينَ -٥٥-
Dan apabila mereka mendengar perkataan yang buruk, mereka berpaling darinya dan berkata, “Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amal kamu, salam bagimu, kami tidak ingin (bergaul) dengan orang-orang bodoh.” (Al-Qashas 55)

Dan Allah berfirman lagi : 

خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ -١٩٩-
“Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh.” (Al-A’raf 199)

Memang ini bukan pertama kali aku menerima sikap agak kurang menyenangkan tentang caraku berhijab. Masih jelas dalam ingatanku saat itu aku travelling ke Turki bersama group yang terdiri dari wanita-wanita luar biasa (kaya, berkedudukan dan trendy dalam berbusana). Teringat ketika salah seorang dari mereka sempat ngomong agak keras padaku, “Echie jilbabmu itu terlalu panjang  ngeliatnya tuh riweh dan gak keren. Coba dipendekin atau dilipat begini (dia mengangkat dan melipat jilbab bagian depanku dan melampirkannya ke bahu”. Aku hanya tersenyum saja dan menurunkan kembali jilbab panjangku pada posisinya semula. 

Ini foto yang menuai komen, jilbabku terlalu panjang menutupi batiknya
Ini jilbab panjangku yang dibilang riweh dan gak keren
Lalu pernah ada kawan sekantor yang terang-terangan “nyablak” di depanku. Ihhhh...amit-amitlah aku blom mendekati mati untuk memakai jilbab panjang kayak seprai gitu. Masihlah pengen bergaya dulu. Suamiku jijik dan gak suka gaya jilbab seperti ustadzah, mirip emak-emak kampungan! Aku hanya diam dan tersenyum terhadap semua perlakuan itu. 

Ini jilbabku yang dibilang seprai
Tidak pahamkah ukhti bahwa HARAM hukumnya menghina/melecehkan/ mencibir/mengejek wanita yang berjilbab syar'i, jilbab lebar maupun bercadar, misalnya dengan sebutan ninja, setan, kemah berjalan, karung, gorden, taplak meja, seprei , kampungan, emak-emak hantu, teroris, ekstrimis,dll. Haram hukumnya menyakiti hati sesama muslim meskipun hanya bercanda, apalagi sungguh-sungguh/sengaja.

Wahai ukhti sesama muslimah, jika mau diuraikan sangat panjang proses hijrahku sampai mampu berjilbab syar’i seperti ini. Semua memerlukan usaha dan pelajaran yang banyak . Aku pernah memakai jilbab cekek, aku pernah memakai jilbab trendy ala Hijabers, mukaku selalu sempurna dengan polesan make up (alis, eyeshadow, blush on, lipstick) tetapi ketika aku sudah sangat paham landasan dalilnya inshaa Allah aku akan terus istiqomah seperti sekarang ini biarpun seperti emak-emak. Aku ikhlas meninggalkan semua yang menjadi keindahan dunia. Meski orang mengomentari mukaku pucat karena tanpa polesan make-up lagi aku tidak begitu risau. Bahkan aku dalam proses untuk mengenakan cadar/niqob. Ya Rabb...istiqomahkan hamba.

Sejarah panjang aku berhijab adalah dalam sebuah kajian aku mendengar ayat ini :

Allâh Azza wa Jalla berfirman :

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu, dan isteri-isteri orang mukmin agar hendaklah mereka mengulurkan jilbab-jilbab mereka ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, sehingga mereka tidak diganggu/disakiti. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [al-Ahzâb/33:59].

Lantas dalam rangka terus memperbaiki diri untuk mempersiapkan bekal untuk kehidupan yang sebenarnya yaitu kampung akhirat aku tak pernah lelah belajar untuk menyempurnakan hijabku. Aku mendapatkan kembali tuntunan bahwa  Allah berfirman, “Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dada mereka dan janganlah menampakkan perhiasan mereka, kecuali yang biasa nampak.” (An-Nur: 31)

Berdasar surat tersebut akupun kembali belajar tentang bagaimana jilbab yang sesungguhnya dipersyaratkan oleh aturan syariat Islam. Syaikh Al Albani rahimahullah pernah mengatakan, “Tujuan pakaian muslimah adalah agar tidak menggoda. Tujuan ini bisa tercapai hanya dengan wanita berbusana longgar. Adapun berbusana ketat walau itu menutupi warna kulit, namun masih menampakkan bentuk lekuk tubuh seluruhnya atau sebagiannya. Sehingga hal ini pun menggoda pandangan para pria. Dan sangat jelas hal ini akan menimbulkan kerusakan, tanpa diragukan lagi. Yang tepat adalah pakaian muslimah haruslah longgar (tidak ketat).” (Jilbab Al Mar-ah Al Muslimah fil Kitab was Sunnah, hal. 131).

Dari seluruh kajian yang pernah aku dapatkan maka kesimpulannya adalah sifat hijab yang syar’i harus memenuhi aturan di bawah ini : :
1. Hijab itu hendaknya menutupi seluruh badan dari atas kepala sampai di bawah mata kaki (wanita wajib memakai kaos kaki). 
2. Jilbab itu harus luas dan longgar sehingga tidak menampakan bentuk/lekuk tubuh dan anggota –anggota badan.
3. Kain jilbab harus tebal sehingga tidak menampakkan warna kulit atau yang lainnya.
4. Tidak bersifat menghias tubuh sehingga menarik pandangan para pria, karena tujuan hijab itu adalah menuupi keindahan tubuh.
5. Tidak menyerupai pakaian pria (celana)
6. Tidak menyerupai pakaian wanita kafir
7. Tidak mencolok dan menarik pandangan orang.
8. Tidak memakai pewangi atau minyak wangi yang tercium baunya.

“Apapun pendapat manusia tentang hijabku bukanlah suatu masalah karena aku sudah ikhlas melabuhkannya hanya karena Allah”(my Quote)

Setiap Muslim yang beriman kepada Allâh Subhanahu wa Ta’ala dan kebenaran agama-Nya wajib meyakini bahwa semua aturan yang ditetapkan Allâh Subhanahu wa Ta’ala merupakan kemaslahatan, termasuk didalamnya yang berkaitan dengan kemaslahatan, kebaikan dan penjagaan bagi kesucian diri dan kehormatan para Muslimah yaitu pakaian dan perhiasan wanita Muslimah

Seorang wanita Muslimah yang telah mendapatkan anugerah hidayah dari Allâh Subhanahu wa Ta’ala untuk berpegang teguh dengan agama ini, hendaklah ia merasa bangga dalam menjalankan hukum-hukum syariat-Nya. Karena dengan itu, ia akan meraih kemuliaan dan kebahagiaan hakiki di dunia dan akhirat. Dan semua itu jauh lebih agung dan utama dari pada semua kesenangan duniawi yang dikumpulkan oleh manusia.

Allâh Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ
Katakanlah: “Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka (orang-orang yang beriman) bergembira (berbangga), karunia Allâh dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa (kemewahan duniawi) yang dikumpulkan (oleh manusia)”. [Yûnus/10:58]


My Quotes


 

Monday, September 4, 2017

FENOMENA JILBAB GAUL

Sebagai umat muslim kita patut bersyukur karena kesadaran memakai jilbab telah mulai tumbuh di kebanyakan wanita muslimah di tanah air. Memakai jilbab sudah bukan merupakan barang aneh atau terlarang di negeri kita. Bisa dikatakan bahwa hampir sebagian besar wanita sudah berjilbab saat ini. Namun, seiring dengan perkembangan zaman dan terbukanya era globalisasi, trend dan gaya berjilbab begitu luar biasa gaungnya. Baik melalui media massa maupun media sosial para perancang pakaian dan mereka yang menyebut kelompoknya sebagai hijabers menciptakan suatu tampilan berhijab trendy yang modis dan cantik. Bahkan perkembangan busana hijab sangat pesat dengan perubahan yang sangat signifikan. Modifikasi cutting dan model pakaian yang lebih mementingkan faktor keindahannya, keanggunan dan gaya. Berlomba-lomba para desainer muda menciptakan seni gaya busana hijab yang sangat luar bisa.

Sehingga mereka lupa dengan aturan berjilbab yang diperintahkan oleh Allah SWT dalam surat Al Ahzab /33 :59. “ Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu, dan isteri-isteri orang mukmin agar hendaklah mereka mengulurkan jilbab-jilbab mereka ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, sehingga mereka tidak diganggu/disakiti. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

Sungguh syetan tak akan pernah berhenti untuk menjerumuskan manusia. Setelah manusia mempunyai kesadaran untuk mengenakan jilbab maka digodanya pula para muslimah dengan cara berpakaian jibab yang modis dan trendy yang menawarkan tampilan yang cantik dan modis untuk dianggap modern alias masa kini

Sejatinya, penutup kepala seperti itu bukanlah jilbab dalam perspektif hijab yang disyariatkan Islam. “Kerudung gaul” itu banyak sekali rupa dan bentuknya. Ada istilah jilbab cekek, ada pula pashmina yang dililit sedemikian rupa lalu dibiarkan menjuntai sehingga menyerupai rambut. Untuk model pakaianpun berbagai macam ada pakaian tipis dan transparan, atau ketat sehingga menampakkan lekuk tubuhnya. Bagi kita yang paham tentang aturan berjilbab secara syar’i akan sangat terlihat janggal tampilan muslimah yang trendy tersebut. Bayangkan saja kepala dibalut kerudung atau jilbab, namun berbaju atau kaos ketat, bercelana jeans atau legging yang full pressed body, dan lain sebagainya. Dan tidak berhenti disitu adapula fenomena punuk onta. Inner alias dalaman jilbab yang diberi sanggul menjulang ke atas menyerupai punuk onta, tujuannya agar jilab yang terjuntai akan menjadi semakin indah.


Sebagai kaum berpikir dan mau mengkaji pilihlah sesuai syariat
Evaluasilah diri kita
Salah satu fenomena lagi " Punuk onta"


Fenomena kerudung gaul atau jilbab cekek atau jilbab ala hijabers adalah fenomena yang sangat gaung saat ini, dimana seorang perempuan atau wanita muslim dalam benaknya dia ingin menutup aurat, namun juga ingin tampil pamer modis dan cantik. Sebagian mereka berkilah , “Bukankah masih mending memakai kerudung atau jilbab gaul, daripada tidak sama sekali?!” Yang lainnya menyatakan, “Ini kan masih belajar untuk menutup aurat.”

Baiklah cukup bisa dipahami jika hal tersebut dianggap sebagai sebuah proses belajar menutup aurat (ingat metamorfosis diriku juga melalui proses panjang sebelum akhirnya seperti sekarang ini), tapi sebagai seorang muslimah yang baik kita harus terus memperkaya diri tentang pengetahuan agama untuk menjadi muslimah sejati yang pada akhirnya kita mengharap ridho Allah. Kita tak boleh berhenti untuk menambah ilmu, yang bisa dilakukan dengan berbagai cara antara lain : melalui majelis taklim, membaca, atau mempelajarinya lewat media sosial yang baik. Masa iya sih usia 50 tahun masih berpenampilan dengan jilbab cekek dan baju full pressed body??? Lantas sampai kapan kita akan membenahi diri kembali pada syariat alias aturan yang digariskan Allah? Usia 50 tahunan artinya sisa umur kita untuk kembali ke kampung akhirat tinggal sedikit lagi.Kapanlagi kita akan patuh?


Apakah disaat sudah berusia 50 tahun kita masih ingin tampil dengan gaya "jilbab cekek" dan busana full pressed body???
Memang tata cara berbusana seseorang tergantung dari kebiasaan, cara pandang dan pola asuh yang diberikan oleh orang tua. Sebagai contoh sejak dari kecil orang tuaku selalu membiasakan kami untuk tidak mengenakan busana yang ketat dan pendek (maaf bukan untuk menyombongkan diri) sehingga sampai saat ini aku akan menjadi risih jika mengenakan baju pas. Saat masih belum berjilbabpun aku selalu membeli pakaian satu nomer lebih besar dari ukuran yang sebenarnya. Ada perasaan risih dan canggung bahkan berasa sesak nafas jika aku memakai baju ngepas.

Sedangkan cara pandang itu sendiri adalah persepektif masing-masing orang. Ada seorang teman yang selalu bilang jika melihat orang berpakaian longgar (mungkin juga termasuk aku yang dimaksudkannya ????) itu “ndeso”. Adalagi orang yang merasa modern dengan jilbab cekeknya,sehingga memandang orang dengan jilbab panjang dan lebar itu sebagai kampungan. Padahal di pandangan mataku, wanita-wanita yang memakai hijab syar'i itu sangat cantik. Baju panjang dan longgar dan untaian jilbabnya yang sampai kelutut terlihat sangat indah.

Mereka-mereka yang berjilbab gaul seringkali mencemooh kelompok jilbab syar’i, aku sendiri mengalami hal ini ada yang mengejek jilbabku sebagai taplak meja, ada yang bilang seprei (Hahaaa... suatu hari saat aku melipat jilbabku untuk dikenakan aku membentangkannya di ranjang, tiba-tiba aku senyum sendiri, memang tidak salah jika temanku mengejek jilbabku sebagai seprei . Lah memang jika dibentang dia bisa nutupin ranjang kok...hmmmm). Tapi itulah fenomena dunia, bahkan Rasulullah SAW sendiri sudah mengatakan “Kelak akan datang suatu masa dimana kebenaran dianggap salah, dan yang salah dianggap suatu kebenaran. Itulah tanda-tanda akhir zaman”

Padahal, jilbab yang dikehendaki syariat bermakna milhâfah, berarti baju kurung atau semacam abaya yang longgar dan tidak tipis, atau kain (kisaa‘) apa saja yang dapat menutupi, atau pakaian (tsaub) yang dapat menutupi seluruh bagian tubuh. Di dalam kamus Al-Muhith dinyatakan bahwa ilbab itu laksana sirdab (terowongan) atau sinmar (lorong), yakni baju atau pakaian yang longgar bagi wanita selain baju kurung atau kain apa saja yang dapat menutupi pakaian kesehariannya seperti halnya baju kurung.Jilbab yang dikehendaki syariat bermakna milhâfah, berarti baju kurung atau semacam abaya yang longgar dan tidak tipis yang dapat menutupi seluruh bagian tubuh.

Dalam kamus Ash-Shahhah, Al-Jauhari menyatakan, “Jilbab adalah kain panjang dan longgar (milhafah) yang sering disebut mula’ah (baju kurung). Makna jilbab seperti inilah yang diinginkan Allah ketika berfirman, “Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al-Ahzab: 59)

Para ulama pakar tafsir pun sepakat, jilbab syar’i bermakna sejenis baju kurung yang lapang yang dapat menutup kepala, muka dan dada. Hal ini membuat seorang muslimah tampak elegan, santun, bermartabat, dan tentunya berkepribadian islami.Jika seorang wanita muslimah memakai hijab (jilbab), secara tidak langsung dia berkata kepada semua kaum laki-laki, “Tundukkanlah pandanganmu, aku bukan milikmu serta kamu juga bukan milikku, tetapi aku hanya milik orang yang dihalalkan Allah bagiku. Aku orang yang merdeka dan tidak terikat dengan siapa pun, dan aku tidak tertarik kepada siapa pun, karena aku jauh lebih tinggi dan terhormat dibanding mereka yang sengaja mengumbar auratnya supaya dinikmati oleh banyak orang.”

Wanita yang mengenakan kerudung gaul itu pamer aurat dan keindahan tubuh di depan kaum laki-laki lain. Mereka mengundang perhatian laki-laki.Setiap laki-laki pun sontak berebut menikmati keindahan tubuhnya dan kecantikan wajahnya. Mata mereka akan menelanjanginya dari atas hingga mata kaki. Sehingga membuat laki-laki terfitnah, maka jadilah dia sasaran empuk laki-laki penggoda dan suka mempermainkan wanita.
Pilihlah
Inilah mengapa para pengguna kerudung gaul diibaratkan berpakaian namun telanjang. Hal ini sebagaimana disinyalir Rasulullah SAW bersabda, “Dua golongan dari ahli neraka yang tidak pernah aku lihat: seorang yang membawa cemeti seperti ekor sapi yang dia memukul orang-orang, dan perempuan yang berpakaian tetapi telanjang, berlenggok-lenggok, kepalanya bagaikan punuk onta yang bergoyang. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mendapatkan baunya, sekalipun ia bisa didapatkan sejak perjalanan sekian dan sekian. (HR. Muslim)

Wanita berpakaian telanjang adalah wanita yang memakai pakaian tipis, sehingga nampak bagian dalam tubuhnya, atau memakai pakaian ketat, sehingga terlihat lekuk tubuhnya, dan wanita yang membuka sebagian aurat yang seharusnya tidak boleh ditampakan kecuali hanya kepada mahramnya saja.

Pakaian transparan yang disebut sebagi berpakaian tapi telanjang
Ada beberapa syarat yang harus dipahami oleh wanita muslim ketika hendak mengenakan hijab atau jilbab syar’i:
PERTAMA, hendaknya menutup seluruh tubuh dan tidak menampakkan anggota tubuh sedikit pun, selain yang dikecualikan karena Allah berfirman, “Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dada mereka dan janganlah menampakkan perhiasan mereka, kecuali yang biasa nampak.” (An-Nur: 31)

KEDUA, hendaknya hijab tidak menarik perhatian pandangan laki-laki bukan mahram. Agar hijab tidak memancing pandangan kaum laki-laki, maka harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
1. Hendaknya hijab terbuat dari kain yang tebal, tidak menampakkan warna kulit tubuh (transparan).
2. Hendaknya hijab tersebut longgar dan tidak menampakkan bentuk anggota tubuh.
3. Hendaknya hijab tersebut tidak berwarna-warni dan tidak bermotif.

Hijab bukan merupakan pakaian kebanggaan dan kesombongan, karena Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang mengenakan pakaian kesombongan (kebanggaan) di dunia maka Allah akan mengenakan pakaian kehinaan nanti pada Hari Kiamat kemudian dibakar dengan Neraka.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah, dan hadits ini hasan).

Hendaknya hijab tersebut tidak diberi parfum atau wewangian berdasarkan hadits dari Abu Musa Al-Asy’ari, dia berkata bahwa Rasulullah bersabda, “Siapa pun wanita yang mengenakan wewangian, lalu melewati segolongan orang agar mereka mencium baunya, maka dia adalah wanita pezina.” (HR. Abu Dawud, An-Nasa‘i dan At-Tirmidzi, dan hadits ini Hasan). Hendaknya pakaian atau hijab yang dikenakan tidak menyerupai pakaian laki-laki atau pakaian kaum wanita kafir.

KETIGA, hendaknya pakaian atau hijab yang dikenakan tidak menyerupai pakaian laki-laki atau pakaian kaum wanita kafir, karena Rasulullah bersabda, sebagaimana diriwayatkan Abu Dawud dan Ahmad, “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk bagian dari mereka.” Rasulullah juga mengutuk seorang laki-laki yang mengenakan pakaian wanita dan mengutuk seorang wanita yang mengenakan pakaian laki-laki. Wallahu ‘Alam..
In shaa Allah bisa seperti ini aku berhijab

Hijab Syar'i

Wahai saudariku sesama muslimah, mari kita merenung. Mengapa kita begitu tertarik dan gemar mengejar penghargaan dari makhluk, dan kebanggaan dunia saja. Padahal dunia ini hanyalah permainan dan tempat singgah sementara, sedangkan akhirat itulah kampung tempat kita kembali selamanya. Mengapa kita ingin mengejar penilaian cantik, indah dan trendy di pandangan mata manusia saja, padahal penilaian cantik, indah di pandangan mata Allah SWT itulah yang akan memberkahi kita? Saudariku sesama muslimah belajarlah, pahamilah bahwa keridhoan Allahlah yang harus kita kejar sebagai bekal untuk kembali ke kampung halaman kita yang sesungguhnya. Pakaian wanita dan jilbabnya yang menutupi dada dan tidak membentuk tubuhnya akan mendatangnya keridhaan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Jangan sampai kita terlambat saudariku.

Berikut ada sebuah cerita nyata tentang seorang wanita yang terlambat untuk menutup auratnya. Simaklah dan renungkan saudariku.

Akhirnya Dia Menutup Auratnya dengan Sempurna 
Dengarkan lah cerita dariku. Mungkin kalian sering mendengar yang mirip dengan ini. Ada seorang wanita yang dilahirkan di tengah keluarga muslim. Memang dari kecil orangtuanya tidak mengajarkan bagaimana menutup aurat yang benar. Dia pun beranjak dewasa. Lalu dia mengetahui bahwa menutup aurat bagi seorang wanita itu wajib jika dia sudah baligh. Dia sering membaca tentang menutup aurat bagi seorang muslimah. Tentang hadits-hadist hijab yang benar. Tentang dosa bagi wanita yang memperlihatkan auratnya di depan bukan mahrom. Dia punya al-Qur'an di rumah Bahkan tidak sedikit teman-temannya yang menasehatinya. Tapi banyak alasan yang dia lontarkan Belum siap takut kehilangan pekerjaan. Nunggu usia sekian dan seterusnya 

Pada suatu hari akhirnya auratnya tertutup secara sempurna dari ujung rambut sampai ujung kaki. Penutup auratnya pun polos, tanpa banyak motif dan hiasan. Bahkan wajahnya pun tertutup secara sempurna. Tidak terlihat sedikitpun kecantikannya dan keindahan wajahnya
Dia melewati jalan-jalan di tempat ia tinggal menuju ke sebuah masjid. Banyak orang yang memperhatikannya, bahkan keluarga nya menangis melihat auratnya yang sudah tertutup sempurna. Ada juga yang heran dengan sebab dia tiba-tiba seperti itu. Mungkin orang memperhatikan kini auratnya benar-benar tertutup sempurna. Dia seperti layaknya bunga desa menjadi pusat perhatiaan dari rumah-rumah dan orang-orang yang dilewatinya 


Sampainya di masjid, dia berada di shaf paling depan. Ternyata hari itu adalah hari pertama sekaligus terakhir auratnya tertutup secara sempurna. Dia berada di shaf paling depan untuk dishalatkan. Karena yang menyebabkan auratnya tertutup secara sempurna adalah ketika dihadapkan dengan kematian. Ya penutup auratnya adalah kain kafan.. Polos, tidak bermotif, bahkan tanpa saku (sumber cerita ini dari “Fiqih Wanita”)

Karena aku inginkan keridhoan Allah



Notes : Artikel ini diolah dengan gaya bahasaku dan point-point penting dan ilustrasi gambar diambil dari berbagai sumber : rumaysho.com, muslimah.or.id, jilbabgaul.com, jilbabsyar'i.com dan google searching.

Tuesday, August 29, 2017

PAKAIAN KETAT


Fenomena yang sedang berkembang saat ini model pakaian ketat dan terlihatnya bentuk lekuk tubuh seorang wanita. Padahal Allah dan Rasul Nya menyuruh kaum wanita untuk mengenakan hijab yang menutupi seluruh anggota tubuh agar tidak terlihat sedikitpun auratnya. Ironisnya banyak diantara wanita yang lalai akan hal itu. Bahkan sebagian mereka merasa bangga untuk dianggap “fashionable” dengan mengenakan jilbab yang bermodel dan berbagai gaya dengan istilah jilbab gaul untuk menarik pandangan laki laki.

Aku pernah mendengar tausiyah dari seorang ustadz, itu adalah cara-cara iblis menjerumuskan manusia. Ketika manusia sudah sadar untuk mengenakan jilbab maka, iblis tak putus asa untuk tetap menyesatkan dibujuknya lagi kita untuk menjauh dari syariat menggoda kita untuk tampil modis dengan jilbab gaul yang berbagai rupa itu. Dililit, diputar, dicekik di leher dan segala rupa bentuk.

Wahai saudaraku muslimah, sebaiknya kita terus mengkaji dan belajar hal-hal simpel dalam kehidupan seperti cara busana yang diajarkan dalam aturan Islam. Memang simpel saja hanya cara berbusana tetapi akan memberi efek besar untuk memperbanyak tabungan akhirat kita. Karena dengan berpakaian yang tidak sesuai aturan Islam (ketat, tabarruj) hukumnya haram, karena bisa menimbulkan fitnah, kecuali dihadapan suaminya atau mahramnya saja

Syaikh Al Albani rahimahullah pernah mengatakan , “tujuan pakaian muslimah adalah agar tidak menggoda. Tujuan ini bisa tercapai hanya dengan wanita berbusana longgar. Adapun berbusana ketat walau itu menutupi warna kulit, namun masih menampakan bentuk lekuk tubuh seluruhnya atau sebagiannya. Sehingga hal ini pun menggoda pandangan para pria. Dan sangat jelas hal ini menimbulkan kerusakan tanpa di ragukan lagi. Sehingga pakaian muslimah haruslah longgar ( tidak ketat).” (Jilbab Al Mar’ah Almuslimah fil Kitab was Sunnah, hal 131).

HUKUM MEMAKAI PAKAIAN KETAT
Dalam hadits shahih Rasulullah bersabda:
“Ada dua golongan penghuni Neraka yang belum pernah kulihat sebelumnya, sekelompok lelaki dengan cemeti laksana ekor sapi, mereka mencambuk orang-orang dengannya; dan wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang, mereka lenggak-lenggok ketika berjalan. Di kepala mereka ada sesuatu mirip punuk unta. Mereka tidak masuk surga dan tidak pula mencium baunya, sedangkan baunya tercium dari jarak yang jauh”

Para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud berpakaian tapi telanjang diantaranya ialah mengenakan pakaian tipis yang menampakkan warna kulit. Berangkat dari sini, pakaian ketat yang menampakkan lekuk tubuh dan bagian-bagian menggoda dari tubuh wanita hukumnya juga haram, sebab keduanya sama-sama menimbulkan fitnah. Dalam riwayat lain Rasulullah bahkan memerintahkan kita untuk melaknat wanita-wanita seperti itu karena mereka memang terlaknat

Kesimpulannya, memakai pakaian ketat sangat diharamkan dalam syari’at, dan hal ini menunjukkan bahwa syari’at Islam benar-benar sempurna untuk diterapkan kapan saja dan di mana saja. Tak ada satu pun dari aturannya melainkan demi kemaslahatan manusia, diantaranya adalah perintah untuk berjilbab sesuai syar’i yang konsekuensinya harus  longgar, menutup aurat, dan seterusnya

Syaikh Sholih Al Fauzan pernah di tanya mengenai hukum memakai pakaian ketat yang menampakan bentuk lekuk tubuh. Maka beliau jawab : “tidak boleh wanita mengenakan pakaian ketat yang menampakan bentuk lekuk tubuh kecuali di depan suami barulah di perbolehkan. Karena suami boleh melihat pada seluruh tubuh istrinya. Dan begitu pula tidak boleh memakai kaos kaki yang menampakan bentuk lekuk betis dan pahanya, bahkan tidak boleh sampai memperindah kaki dengan kaus kaki tersebut."

Juga perlu diketahui bahwa pakaian ketat seperti ini punya efek bahaya. Sampai disebutkan oleh Dr. Wajih Zainul Abidin dalam perkataan beliau pada majalah kuwaitiyyah bahwa pakaian ketat pada wanita tidaklah lepas dari bahaya di antaranya membahayakan kulit Bahaya mengenakan pakaian ketat dipandang dari sisi kesehatan juga memberi dampak buruk. Kedokteran moderen membuktikan bahwa pakaian ketat menyebabkan berbagai penyakit, dan ini salah satu hikmah mengapa Allah melarangnya.

Dari segi medis salah satu dari sekian banyak penyakit yang ditimbulkan akibat menggunakan pakaian ketat adalah dapat “Mengganggu Kesuburan Pria”. Riset mutakhir yang dilakukan terhadap 1000 orang pria di India tentang ‘bahaya pola hidup moderen terhadap kesuburan pria" ’membuktikan bahwa kebiasaan kaum lelaki memakai celana jeans ketat dapat mengganggu kesuburan mereka. Hasil dari riset tersebut mengatakan bahwa produksi sel sperma laki-laki menurun akibat pola hidup moderen tersebut. Riset tersebut mengaitkan antara ketegangan syaraf dengan testis yang terkena panas karena ketatnya pakaian.

Jika kita kaum yang mau berpikir, terbuktilah sekarang bahwa syari’at Allah adalah yang terbaik untuk hamba-Nya.





Thursday, August 10, 2017

WANITA

Berbicara tentang wanita maka akan sangat luas bahasan yang dibicarakan tentang makhluk ini. Di Indonesia seorang wanita penggerak dan pelopor emansipasi yang demikian tersohor dengan semangatnya untuk mengangkat derajat kaumnya dari kertindasan oleh kaum laki. Masih banyak lagi tokoh-tokoh wanita yang patut menjadi suri tauladan. Wanita paling mulia Siti Khodijah istri junjungan kita Rasulullah Muhammad SAW. Namun kali ini bahasan yang akan saya kemukakan adalah wanita dipandang dari sisi Islam.

Sesungguhnya wanita muslimah memiliki kedudukan yang tinggi dalam Islam dan memberikan pengaruh yang besar dalam kehidupan setiap muslim. Dia akan menjadi madrasah pertama dalam membangun masyarakat yang shalih, tatkala dia berjalan di atas petunjuk Al-Qur’an dan sunnah Nabi. Karena berpegang dengan keduanya akan menjauhkan setiap muslim dan muslimah dari kesesatan dalam segala hal.

Kesesatan dan penyimpangan umat tidaklah terjadi melainkan karena jauhnya mereka dari petunjuk Allah dan dari ajaran yang dibawa oleh para nabi dan rasul-Nya. Rasulullah bersabda, “Aku tinggalkan pada kalian dua perkara, di mana kalian tidak akan tersesat selama berpegang dengan keduanya, yaitu Kitab Allah dan sunnahku.”(Diriwayatkan oleh Imam Malik dalam al-Muwaththa’ kitab Al-Qadar III)

Sungguh telah dijelaskan di dalam Al-Qur’an betapa pentingnya peran wanita, baik sebagai ibu, istri, saudara perempuan, mapun sebagai anak. Demikian pula yang berkenaan dengan hak-hak dan kewajiban-kewajibannya. Adanya hal-hal tersebut juga telah dijelaskan dalam sunnah Rasul.

Peran wanita dikatakan penting karena banyak beban-beban berat yang harus dihadapinya, bahkan beban-beban yang semestinya dipikul oleh pria. Oleh karena itu, menjadi kewajiban bagi kita untuk berterima kasih kepada ibu, berbakti kepadanya, dan santun dalam bersikap kepadanya. Kedudukan ibu terhadap anak-anaknya lebih didahulukan daripada kedudukan ayah. Ini disebutkan dalam firman Allah,

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu. Hanya kepada-Ku lah kamu akan kembali.” (QS. Luqman: 14)

Begitu pula dalam firman-Nya, “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada ibu bapaknya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandung dan menyapihnya adalah tiga puluh bulan.” (QS. Al-Ahqaf: 15)

Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa pernah ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah dan berkata, “Wahai Rasulullah, siapa orang yang paling berhak bagi aku untuk berlaku bajik kepadanya?” Nabi menjawab, “Ibumu.” Orang itu bertanya lagi, “Kemudian setelah dia siapa?” Nabi menjawab, “Ibumu.” Orang itu bertanya lagi, “Kemudian setelah dia siapa?” Nabi menjawab, “Ibumu.” Orang itu bertanya lagi, “Kemudian setelah dia siapa?” Nabi menjawab, “Ayahmu.” (HR. Bukhari, Kitab al-Adab no. 5971 juga Muslim, Kitab al-Birr wa ash-Shilah no. 2548)

Dari hadits di atas, hendaknya besarnya bakti kita kepada ibu tiga kali lipat bakti kita kepada ayah. 

Demikian mulia Islam meninggikan derajat wanita, lantas bagaimanakah usaha kita sendiri untuk mengupgrade diri agar menjadi muslimah yang baik/indah di pandangan Allah. Seperti pada Hadits Rasulullah berikut ini: ”Sesungguhnya ALLAH tidak melihat kepada bentuk rupa dan harta kalian,tapi ia melihat hati dan amal kalian” (HR.Muslim,Ahmad dan Ibnu Majah)

Dalam Hadits lain Rasulullah mengatakan bahwa wanita shalehah adalah sebaik-baik perhiasan dunia. Dari Amr ibnu ra : ”Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhisannya adalah wanita shalehah” (HR.Muslim,Ibnu Majah dan An Nasai).

Wanita yang baik adalah sebaik-baik perhiasan dalam islam. Kebaikan seorang wanita bukan hanya dri aspek kecantikan secara fisik melainkan juga secara amal ibadah dan ketundukannya kepada Allah SWT. Islam sendiri menganggap bahwa sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang shalehah. Wanita shalehah itulah yang kelak akan mewarisi surga dan isinya

Untuk bisa menjadi wanita baik tersebut, tentu saja islam memiliki panduan dan caranya. Hal ini menuntun wanita untuk menjadi wanita yang baik dan berakhlak mulia. Berikut adalah 5 cara agar menjadi wanita yang baik menurut islam.

1. Memperkuat Amalan Ibadah
Islam memiliki tuntunan berupa Amalan Ibadah wajib dan amalan ibadah sunnah. Untuk dapat menjadi wanita yang baik, maka wanita muslimah harus selalu belajar dan berusaha istiqomah dalam melaksanakan ibadah tersebut. Ibadah Wajib seperti yang ada pada rukun iman, yaitu :Shalat, Puasa Ramadhan, Zakat, Berhaji jika mampu

Sedangkan amalan sunnah Rasul lainnya juga bisa dilakukan agar melatih dan memperkuat amalan ibadah. Ibadah sunnah memang bukan ibadah wajib, namun hal ini bisa menambah kekuatan keimanan dan ketaatan kita kepada Allah sebagaimana telah Rasulullah contohkan.

Untuk itu, amalan ibadah adalah dasar agar wanita dapat memuliakan dirinya dengan mendekatkan diri kepada Allah dan mencari pahala yang banyak untuk kehidupan dunia dan akhirat. Hal ini dikarenakan salah satu ciri wanita baik dalam islam adalah karena kualitas amalan ibadahnya.

2. Menambah Ilmu Pengetahuan
Di dalam Al-Quran, Allah sering kali membahas tentang pentingnya penggunaan akal dan mendapatkan ilmu pengetahuan. Hukum menuntut ilmu adalah wajib. Islam dan ilmu pengetahuan adalah hal yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Ilmu menjadi dasar dalam kehidupan manusia, karena tanpa penggunaan ilmu dan akal tentu saja manusia akan seperti hewan yang tidak dapat membedakan benar dan salah. Bahkan dalam suatu hadist disampaikan “Janganlah kamu melakukan suatu ibadah tanpa dasar ilmunya. Jadi kita kita boleh melakukan suatu amalan hanya karena ikut-ikutan saja. 

Betapa pentingnya menambah ilmu pengetahuan ini disampaikan Allah dalam beberapat ayat Al-Quran.

A. Orang yang berilmu akan mampu mengenal Allah
“Dan perumpamaan-perumpamaan ini. Kami buat untuk manusia; dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu.” (QS Al Ankabut : 43)

Di dalam ayat di atas dijelaskan bahwa perumpaman Allah hanya bisa dipahami oleh orang berilmu. Dalam Al-Quran dijelaskan jika dengan ilmu lah dapat dipahami. Sebagai contohnya Allah mencontohkan bahwa orang yang imannya rendah seperti rumah laba-laba yang mudah rapuh dan hancur. Tentu wanita yang baik menurut islam harus dapat berilmu agar pemahaman islam yang Allah berikan perumpamaannya dapat dipahami dengan benar.

B. Orang yang berilmu akan takut kepada Allah
“Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS Fathir : 28)

Dari ayat tersebut dapat dipahami bahwa hanyalah orang berilmu yang dapat takut kepada Allah. Ulama disini bukan dimaksudkan sebagai gelar atau jabatan melainkan kondisi orang-orang yang berilmu pengetahuan. Tentu saja orang yang tidak berilmu tidak akan takut kepada Allah karena ia tidak memahami dan mengetahui siapa dan seperti apa Allah.

C. Orang yang berilmu akan ditinggikan derajatnya
“Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majelis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS Al Mujadilah : 11)

Wanita yang baik dan ingin diangkat derajatnya oleh Allah tentu saja sebagaimana yang disampaikan oleh ayat diatas. Bahwa orang yang berilmu lah yang akan diangkat derajatnya. Begitupun seorang wanita yang baik, akan baik pula dan tinggi derajatnya dihadapan Allah jika selalu menerapkan dan menggali ilmu pengetahuan yang benar.

3. Menebar Manfaat Untuk Sekitar
Wanita yang baik harus selalu mencoba untuk menebar manfaat untuk sekitar. Tidak akan pernah seseorang menjadi baik jika ia juga tidak mencoba untuk memperbaiki kondisi sekitarnya.

Allah telah menetapkan manusia untuk bisa menjadi khalifah di muka bumi. dan memberikan manfaat dan memberi pengaruh yang baik bagi lingkungan sekitarnya merupakan bagian dari tujuan penciptaan manusia. Wanita yang baik bukan hanya sekedar wanita yang baik amalan ibadahnya melainkan dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakatnya, terutama apa yang dibutuhkan oleh kondisi sosial hari ini.

4. Menjaga Pandangan dan Kemaluan
Wanita yang baik akan selalu menjaga diri dari pandangan yang diharamkan serta kemaluannya. Ia akan menjaga auratnya dengan baik dan menjaga pergaulannya agar tidak terjebak kepada pergaulan yang bebas tanpa batas. Cara menjaga pandangan menurut Islam adalah hal yang harus diketahui oleh wanita yang ingin menjadi baik, agar selalu terjaga pandangannya dari hal yang haram.

Untuk itu, wanita harus selalu mengenakan hijab dan mengenakan pakaian yang menutup auratnya secara sempurna. Keindahan tubuh wanita dapat memberikan rangsangan terhadap lawan jenis. Untuk itu, dalam islam ada batasan berupa mahrom dan bukan yang membatasi aurat wanita dapat terlihat siapa saja.

5. Berkumpul bersama orang-orang sholeh
Untuk bisa menjadi wanita yang baik, kita pun bisa memulainya dengan mendekat dan bergabung bersama orang-orang yang sholeh. Orang-orang yang sholeh adalah orang-orang yang dapat mengingatkan kita kepada kebaikan, mengajak kepada kebaikan dan tidak menjeremuskan kepada kebatilan.

Lingkungan yang buruk tentu akan mempengaruhi kita walaupun tidak selalu pasti langsung terpengaruhi. Akan tetapi untuk proses belajar dan bertahap pada perbaikan diri, berkumpul bersama orang-orang shaleh dan lingkungan yang kondusif tentu akan sangat mendukung agar kita menjadi lebih baik.

Lingkungan akan selalu memberi kontribusi yang sangat besar terhadap sikap dan perilaku kita. Maka memang wajib kita mencari dan menemukan sendiri ekosistem mana yang bisa memberi pengaruh ke arah yang baik. Aku pernah mendengar tausiyah, maka pandai-padailah mencari teman. Carilah teman yang bisa membawamu ke syurgaNYA.



Catatan :
Materi didapat dari berbagai sumber via google searching, antara lain muslim.or.id

Friday, July 28, 2017

MERAMPAS HAK ORANG LAIN


Banyak yang ingin aku review dan ulas dari kejadian yang menimpa diriku beberapa hari lalu. Sore Kamis, 20 Juli 2017 ketika aku mengendara di jalan menuju pulang. Seperti biasa aku selalu pulang agak menelatkan diri 5 – 10 menit setelah bel berbunyi. Tujuannya adalah agar tak ikut berama-ramai antri di mesin absensi (kalau berbaris antri di mesin absen aku merasa malu, kok seperti buruh saja yang kalau bel berbunyi buyar seperti anak ayam dilepas dari kandang). Disamping itu sengaja supaya lalu lintas di jalan sudah sedikit sepi.

Dan sore itu aku pulang seperti biasa, namun di perempatan arah masjid , kolam renang, Diklat dan pabrik tiba-tiba dentuman keras terdengar. Aku yang terperanjat kaget masih belum percaya ketika aku sadari bahwa dentuman itu adalah suara mobilku yang ditabrak pengendara lain. Padahal aku selalu sangat hati-hati mengendara. Jalan mobilku tak pernah mencapai 60 km/jam, apalagi diperempatan, aku akan sangat hati-hati sekali melihat kiri kanan dan depan baru jalan. Aku masih setengah tak percaya kalau mobilku ditabrak. Dengan lutut gemetaran aku mencoba menepi. Ketika aku turun melihat kondisi mobilku aku kaget dan menangis. Bagian depan kiri mobilku ringsek berat, lampu besar depan hancur, bahkan kap mobil jadi terangkat.

Aku menangis meratapi mobilku yang rusak berat. Mobil yang kurawat dan kukendarai dengan hati-hati kok jadi seperti itu. Pengendara laki-laki yang mengendari mobil Kijang (mobil plant use kantor) itu tidak memberikan respon apa-apa. Dia hanya sibuk memeriksa mobilnya yang rusak di bagian kanan bawah. Tidak begitu parah hanya lampu depannya yang pecah. Dia berdiri tanpa ekspresi. Akupun diam dan menangis. Jalan tempat lalu lalang itu sepi dan sesekali ada pengendara lewat namun, tidak terlalu perduli melihat aku yang gelisah dan menangis di pinggir jalan itu.

Aku diam berpikir, kulihat laki-laki itu benar-benar tanpa respon dan berwajah dingin. Padahal menurut pendapatku jelas dia yang salah. Pastilah dia mengendara dengan kecepatan sangaatttt tinggi, karena aku sangat yakin sebelum aku melaju di perempatan aman dan sudah tak ada kendaraan yang lewat. Laki-laki itu tidak berucap “maaf” atau mendekat untuk memeriksa kondisi mobilku. Dia diam berdiri di dekat mobilnya.

Akhirnya setelah aku telah mampu mengendalikan perasaanku aku berusaha menelpon salah seorang anggota security kantor yang dulu pernah satu unit kerja denganku. Diangkat dan kakak itu bilang tunggulah dia langsung memanggil anggota security untuk segera menangani kondisi ini melalui radio panggil. 5 menit berselang belum terlihat seorang anggota securitypun di lokasi. Otakku berpikir lagi, tiba-tiba aku teringat “Iyun” kakak perempuanku yang anggota kepolisian. Kenapa aku menelpon dia karena aku yakin dia akan dapat menyelesaikan urusan ini, aku melihat kakakku itu menyelesaikan perselisihan sopir mobil online yang membawa kami ke Baturaja saat pernikahan Acep. Mobil kami disenggol oleh pengendara lain. Sopir turun untuk meminta tanggung jawab, yang terjadi malah berantem dan adu mulut berkepanjangan. Iyun akhirnya turun, dia berbicara dengan metode kepolisian dan akhirnya selesai. 

Agak lumayan lama aku berdiri tanpa ada penyelesaian. Secara tidak sengaja Kepala security (dulu juga pernah sekantor denganku) lewat berpatroli, aku segera melambaikan tangan untuk minta tolong. Beliau mendekat. Tapi setelah beliau turun tidak ada juga tanda-tanda akan diselesaikan. Untunglah tak lama Iyun datang, dia turun dengan tenang dia melangkah dan memeriksa mobilku, sambil berujar kepada laki-laki penabrak itu, dilihat dari kondisi mobil sangat jelas terlihat bahwa penabraklah di posisi yang salah. Untuk lebih memastikan Iyun melihat “TKP”. Dari olah TKP dengan keras dan lantang Iyun bicara bahwa laki-laki itu 100% salah. Itu jelas terlihat dari landasan bannya yang terlihat jelas menapak dan membekas di aspal. Sedang mobilku jelas sudah ¾ jalan ke arah Diklat. Kesimpulan Iyun pengendara itu yang datang tiba-tiba dalam kecepatan melebihi 60 km/jam.

Iyun meminta melihat KTP, SIM dan STNK, lalu bertanya laki-laki itu mau menyelesaikan perkara ini dengan versi seperti apa. Secara resmi membawa perkara ke kepolisian atau apa? Akhirnya terdengar juga laki-laki itu bicara, minta diselesaikan secara damai saja. Oke kata Iyun. Kalau damai kamu maunya seperti apa. Laki-laki itu menjawab, mobilku dibawa ke bengkel dan biayanya dibagi 2, lalu mobil dia juga dibawa ke bengkel biayanya dibagi 2.

Akhirnya terdengar hardikan keras dari Iyun , “kalau seperti itu cara penyelesaiannya itu namanya kita sama-sama salah. Sedangkan inikan tidak seperti itu!”. Suasana jadi ramai dimana beberapa orang security yang tidak mempunyai wawasan tentang penyelesaian perkara laka lantas ikut bicara tanpa dasar. Seperti pak deputi security  yang mengejek sikap Iyun tidak berperikemanusiaan, kasian dia hanya karyawan outsourching dsb. Belum lagi kepala security yang arogansinya sangat tinggi merasa tersinggung ketika Iyun menyerahkan KTP, SIM, STNK yang dia tahan tadi untuk minta diselesaikan secara prosedur yang berlaku di perusahaan ini mengingat kejadian ini terjadi di dalam komplek perusahaan. Semua penuh arogansi dan sok dengan kebijkan masing-masing. Akhirnya beberapa security lain yang hanya staf biasa (namun mampu memahami makna kalimat yang diucapkan oleh kakakku) menyarankan untuk diselesaikan saja di kantor security. Iyun menyarakan aku ikut saja ke kantor dulu, sementara itu dia akan melapor ke Polsek terdekat karena melihat perkara ini dia khawatir tidak bisa diselesaikan secara wajar.

Aku ikut ke kantor security, berbelit, bahkan ada seorang bapak security yang mengaku mantan anggota seakan ngenyek karena aku ingin si penabrak mengganti penuh biaya bengkel. Bapak itu berbicara kok aku seperti tidak punya rasa kemanusiaan. Aku menegaskan diriku dengan keputusanku itu. Bukan karena aku tidak kasihan. Semua ini kulakukan supaya tegaknya sebuah sistem “punishment”. Aku mengamati dari tadi si laki-laki penabrak itu tidak sedikitpun mengucapkan kata maaf, atau rasa simpati dengan apa yang menimpa mobilku. Padahal menurut perasaanku, dan bahkan dari olah TKP dia jelas 100% salah. Sebegitu angkuhnya orang ini.

Kedua, bukankah sitem pengendalian keamanan di perusahaan tempat aku bekerja ini sedang carut marut. Kemalingan, kecelakaan yang diakibatkan oleh karyawan outsourching sudah sangat sering terjadi. Bahkan tadi saat proses verbal , kepala security itu bercerita bahwa pagi tadi,laki-laki pebarak itu kena razia dan tertangkap bahwa dia tidak mempunyai SIM pabrik, yang artinya dia seharusnya tidak boleh mengendarakan mobil plant use. Lalu setelah menabrak, ngebut dengan kecepatan yang sangat tinggi (aku sangat tahu peraturan SMK3 di perusahaan ini kecepatan maksimum kendaraaan dalam komplek adalah 25 km/jam). Lantas mengapa para pembesar-pembesar keamanan perusahaan ini mengejek aku sebagai raja tega? Harusnya dari razia SIM pagi tadi dia sudah kena warning slip dan dipecat apabila mungkin.

Akhirnya dengan ketegasanku kasus ini diselesaikan dengan surat perjanjian bahwa mobilku akan dimasukkan bengkel sampai kondisi seperti semula. Segala biaya yang terjadi ditanggung penuh oleh penabrak. Baru saja selesai surat perjanjian Iyun datang dengan semobil petugas kepolisian dari polsek terdekat. Beberapa petugas terlihat salah tingkah dan penuh basa-basi dengan polisi-polisi itu. Akhirnya security menginginkan masalah ini diselesaikan secara intern saja, bahkan surat perjanjian damai sudah dibuat ujar Ka security.  Hmmm....

Sekarang aku paham bahwa carut marut keamanan di komplek perusahaan ini adalah akibat petugas terlalu “permissive” dan kapabilitas petugas yang kurang memadai. Aku sedih..melihatnya. Tapi inilah fakta. Iyun menelpon aku berteori dan menyarankan seharusnya perusahaanku itu menetapkan persyaratan dan seleksi yang ketat dalam menerima petugas driver. Aku tersenyum manis, itu teori Yun, perusahaan ini kan belum 100% professional. Bukankah karyawan outsourching itu adalah orang-orang yang memiliki katabelece. Apaboleh buat. 

Ini hanya salah satu contoh kecil dari lingkup kecil negara ini. Jika mau lihat lingkup yang lebih luas lagi, betapa moral anak bangsa saat ini sedang dipertaruhkan. Miris melihatnya ketika mengendara di jalan raya. Lampu merah, aturan lalu lintas bahkan petugas kepolisian sudah tidak lagi diindahkan. Aku pernah terbingung-bingung saat mengendara dan ketika lampu merah berhenti, mobil, motor di belakangku membunyikan klakson panjang tanda mereka marah. Mereka berteriak-teriak agar aku jangan berhenti, dan tancap gas saja, karena memang tak ada polisi yang berjaga dan kondisi kendaraan di simpang empat lampu merah itu sepi.

Aku diam dan tetap berhenti, mereka memotong dan tancap gas dengan ngomel-ngomel kepadaku padahal lampu merah. Aku hanya bisa beristighfar dan geleng-geleng kepala, siapa yang mau mentaaati peraturan ini selain kita sebagai warga negara. Apakah kita hanya patuh jika diawasi petugas polisi. Bukankah ada pengawasan yang lebih besar lagi yaitu “Allah Azza wa jalla”. Kenapa prinsip ini belum mendarah daging dalam setian insan.

Kenapa kita begitu bangga merampas hak orang lain. Yah...bayangkan saja sebelum kecelakaanku terjadi, begitu banyak rencana yang kususun sebagai kegiatan hablumminannnas. Mau kondangan, ambil baju Lynda dan memaketkannya, mau ini itu. Tapi karena kelalaian orang lain semua kacau balau. Tidak sadarkah kita perbuatan itu sebagai sesuatu yang merampas hak orang lain. 

Mungkin karena kita punya power dan kedudukan tinggi, maka kita bisa melempar orang lain kesana sini hanya untuk mengisi posisi agar ditempat orang-orang kita (bisa jadi anak, saudara, teman se almamater, orang seide), tanpa memikirkan perasaan dan apa yang terjadi pada orang-orang yang tidak punya power itu? Mungkin karena kita kaya dan dalam kedudukan jabatan yang tinggi kita dapat berbuat semau-maunya asal kita puas, asal yang kita inginkan tercapai? Tidak! Pasti tidak! Kehidupan di dunia ini hanyalah senda gurau belaka, kehidupan alam akhirat itulah yang sebenarnya hidup. Apapun yang telah kamu lakukan dalam dunia kelak akan dikalkulasikan semua berbayar, kebaikan akan dibayar dengan pahala, dan aniaya akan berazab. 

Tetapi bagaimanapun peristiwa dan musibah ini memberi aku banyak pelajaran. Hanya karena mobilku harus masuk bengkel aku jadi harus belajar naik gojek. Aku bisa mempelajari keadaan dan kehidupan sopir gojek. Kerisihan, kelebihan dan yang harus lebih diupgrade dalam sistem trnasportasi online ini. Yang paling penting aku merasa sangat tertolong dengan adanya sistem transportasi online , karena tidak punya kendaraan aku tidak lagi harus menyusahkan orang lain (adek, keponakan, teman atau siapapun).  Yah... selalu ada hikmah dari setiap peristiwa.



Thursday, June 8, 2017

TENTANG SEORANG IBU

Orang tua adalah manusia yang paling berhak mendapatkan pergaulan dengan baik. Hal itu tidak hanya terbatas kepada orang tua yang baik dan taat saja, orang tua yang kafirpun –wal ‘iyadzu billah– juga berhak mendapat­kan pergaulan yang baik, karena kekufurannya tersebut kembali kepada dirinya sendiri, sedangkan ketaat­­an seorang anak kepada orang tuanya merupakan kewajiban tersendiri. Allah berfirman:
 
وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ (14) وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَى أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ (15)


“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya selama dua tahun, bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah tempat kembalimu dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan-Ku dengan sesuatu yang kamu tidak ada pengetahuan tentangnya, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” QS. Luqman [31]: 14-15

PROSES AKU MELAHIRKAN SEORANG ANAK LAKI-LAKI
Proses operasi Caesar memang 1 Jam ,tapi sakitnya bisa 6 Tahun. Sebelum masuk ruang operasi, dibius dulu, bayangkan orang hamil disuruh duduk melengkung karena akan disuntik bius dibagian tulang belakang oleh dokter anastesi (kebetulan aku tidak melalui tahan bius lokal ini, sehingga suntikan itu di masukkn langsung ke tangan), lanjut suntik tangan untuk aliran makanannya lanjut dimasukkan cateter utk menguras cairan dalam tubuh yg tak terpakai.hingga aneka selang termasuk oksigen pun masuk kedalam lubang hidung.

Prosesi selanjutnya masuk ruang operasi setelah dokter bedah dokter anak pun siap dengan beberapa perawat, itu kapas diujung gunting penuh dengan darah,sisa darahpun dikuras dengan selang dan centong khusus terdengar bunyi spt dikuras. Dalam hitungan menit usai perut kulit 7 lapis disayat demi sayatan hingga jika tidak hati hati akan mengenai si jabang bayi..Rasa amat sangat sakit Alloh bayar tunai dengan lahirnya bayi dalam bentuk spt ini.

Bayi diurusi dokter anak sedangkan ibunya dengan dokter kandungan.Lanjut usai disayat kembali dijahit tiap lapisan. Usai bius hilang untuk menahan rasa sakit itu hingga 4 hari buat ngomong ga bisa keras buat jalan hanya bisa geser telapak kaki. Sakitnya hingga ujung kaki sampe ubun ubun rasanya.

Perjuangan ibu belum selesai,setelah melawan rasa sakit usai caesar harus berusaha keras melatih gerak dikit dikit agar tak kaku usai 2 hari dalam pembaringan.walau cm baru miring kanan miring kiri belajar duduk belajar jalan sedikit sedikit . Langsung disusul bengkaknya payudara karena mulai proses produksi asi yang biasanya dimulai dengan bengkak demam dan sakit saat mulai harus sang bayi mengisap asi.

Allahu akbar….dalam sikon merasakan aneka rasa,TERASA bangeet perjuangan sebagai seorang ibu kita. “Sembilan bulan lebih kita dalam kandungannya hanya makan sari pati nutrisi yang dimakan ibu sehingga banyak para ibu yang cepet osteoporosis cepet ompong giginya cepat rontok rambutnya cepet ngilu tulang tulangnya…hingga saking banyak yang harus diurus SANG IBU juga jadi sering pelupa.
MASIH TEGA MENYAKITI SANG IBU???
Belumlah sembuh dari sakit seusai proses bersalin lanjut melahirkan lanjut hari hari begadang pun dilakoninya…apalagi klo anak sakit suami sakit rasanya mendingan semua derita ditanggung dirinya… WALAU kalau seorang ibu SAKIT pun bingung karena siapa yang akan mengurus rumah, anak anak dan suaminya…
MASIH TEGA BILANG SAMA IBU MEMANG NGAPAIN AJA DI RUMAH????
Yaa masih sangaaat banyak dan sangaaat besar perjuangan dan pengorbanan sang ibu hingga kita bisa seperti ini bukan karena TIBA TIBA KITA BESAR BISA INI ITU…
INGATLAH…tatkala kita lahir TAK BISA APA APA…TAK BISA MAKAN APA APA KECUALI ASI….satu tetes asi =100 cc susu fomula maka berapa ratus ribu kocek suami untuk membayar ASI selama anaknya disusui istrinya???
MASIH ADAKAH SUAMI SUAMI YANG TAK CINTA TAK SAYANG BAHKAN MENYIA NYIAKAN ISTRINYA???
Apalagi ibu ibu sekarang masih harus antar jemput anak anaknya ngurus rumah tangganya,mandiin anak anaknya nyuapin anak anaknya dll masih banyak lagi peran ibu dalam kehidupannya.
MASIH ADAKAH PARA SUAMI YANG MEMANDANG SEBELAH MATA ISTRINYA HANYA KARENA JADI KELIATAN JELEK WAJAHNYA? FISIKNYA?
Masih adakah suami yang bilang itu perutnya dikecilin biar seksi??? Apakah suami SIAP JIKA DIA YANG HAMIL??? Itu janin 2 sd 4 kg ada dalam perut kan???
Kalo perut istrinya ga besar lalu perkembangan janin darah dagingnya AKAN DIMANA??? 

Liatlah TERLALU BANYAK WANITA YANG TAK MAU HAMIL KARENA ALASAN NANTI TAK SEKSI???
Liatlah TERLALU BANYAK WANITA TAK MAU MENYUSUI KARENA ALASAN TAK MONTOK LAGI???
Masih adakah suami suami yang berpaling hanya karena sebentar dipotongi kukunya oleh wanita yang baru dikenalnya???
Masih adakah suami suami yang begitu cepat melupakan pengorbanan istrinya???
Masih adakah suami suami yang nuntut istri necis selayaknya wanita kantoran???
Masih adakah anak anak termasuk kita yang tak bisa lagi mengingat kebaikan kasih sayang IBU KITA???
MARI KITA TAFAKUR SEBENTAR… Silakan merenungi
SEMUANYATENTANG SEORANG IBU…
TENTANG SEORANG ISTRI YANG SUDAH MAU RAHIMNYA SEBAGAI TEMPAT BERSEMAINYA NUTFAH suaminya

Lalu setimpalkah balasan seorang anak yang telah tega memenjarakan ibunya hanya karena sang ibu memarahi untuk sebuah kebaikan bagi dirinya? Lalu setimpalkan yang harus diterima seorang ibu untuk sikap memarahi anaknya dianggap suatu dendam yang membuat ibu dilupakan, dicampakan bahkan namanyapun dicoret dari data pribadi yang dibutuhkan untuk raport dan identitas lainnya. Wallahi...Wallahi... ibu tidak mendendam, ibu tetap berdoa baik, setiap sujud, setiap elahan nafas agar anak selalu dilindungi Allah, bahagia dunia akhirat,sukses dunia akhirat dan kelak menjadi ahli syurga.

Note :
Tulisan ini bersumber pada sebuah postingan di Facebook, namun sebagian lagi ditambahkan dari berbagai sumber di internet. Semoga bermanfaat.



SISA UMUR SEBELUM AJAL



وَهُمْ يَصْطَرِخُونَ فِيهَا رَبَّنَا أَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا غَيْرَ الَّذِي كُنَّا نَعْمَلُ ۚ أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ النَّذِيرُ ۖ فَذُوقُوا فَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ نَصِيرٍ


Dan mereka berteriak di dalam neraka itu: "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan". Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun. 

JIKA UMURKU SUDAH 50+ TAHUN
Dapat difahami maksud ayat ini..."Kami telah memberimu umur sehingga sempat untuk mengingat..." dari sabda Nabi SAW : "Allah tidak lagi memberi alasan bagi siapa yang telah dipanjangkan umur hingga 50 tahun" (Bukhari) 

Al-Khattabi berkata : "Maknanya, orang yg Allah panjangkan umurnya hingga 50 tahun, tidak diterima lagi keuzuran/alasan. Karena usia 50+ tahun merupakan usia yang dekat dgn kematian, maka inilah kesempatan untuk memperbanyak taubat, beribadah dgn khusyuk, dan bersiap2 bertemu Allah." (Tafsir al-Qurthubi)

Bagaimana orang yg berusia 50+ tahun tapi masih juga lalai..? Nabi SAW mengabarkan : "Hati orang tua yg tetap muda terhadap dua perkara : Cinta Dunia, dan Panjang Angan2." (Bukhari)

Fudhail bin Iyadh berkata kepada seseorang yang telah mencapai umur 50+ tahun, Maka nasihat Fudhail kepadanya : "Berarti sudah 50 tahun kamu berjalan menuju Tuhanmu, sekarang hampir sampai... Lakukan yang terbaik pada usia senja-mu, lalu akan diampuni dosamu yang lalu. Tapi jika engkau masih berbuat dosa di usia senjamu, kamu pasti dihukum akibat dosa masa lalu dan masa kini sekali gus..!"

Dan para alim ulama memberi nasihat cara menjalani umur yang sudah mencapai 50+ tahun :

  • Jangan banyak bergurau dan terjebak dalam hal-hal yang tidak ada manfaatnya untuk akhirat.
  • Jangan berlebihan dalam berhias, bersolek, dan berpakaian.
  • Jangan berkawan dengan orang yang tidak menambah iman, ilmu, dan amal.
  • Jangan banyak berjalan dan melancong ke sana sini tanpa manfaat yg dapat mendekatkan diri pada kehidupan akhirat
  • Jangan gelisah, berkeluh kesah, dan kesal dengan kehidupan sehari-hari.
  • Perbanyak doa mengharap keredhaan Allah agar Husnul Khatimah dan dijauhkan dari Su'ul Khatimah.
  • Perbanyak istighfar dan taubat yg terus menerus setiap hari mulai pagi hingga petang.
  • Tambahkan ilmu agama, perbanyak mengingat kematian, dan bersiap menghadapinya.
  • Siapkan wasiat dan lakukan pembahagian harta.
  • Kerapkan menjalin silaturahim dan merekatkan hubungan yang renggang sebelumnya.
  • Minta maaf dan berbuat baik terhadap pihak yang pernah dizalimi.
  • Tingkatkan amal soleh terutama amal jariah yang dapat memberi pahala dan syafaat setelah mati.
  • Maafkan kesalahan orang kepada kita walau seberat apapun kesalahan itu.
  • Bereskan segala hutang yang ada dan jangan buat hutang baru walaupun untuk menolong orang lain.


Note:
Artikel ini kubaca darisuatu sumber di sebuah media sosial,sempat menangis membacanya. Sisa umur semakin berkurang, lantas sudah berapa banyak bekal yang aku siapkan. Ya Allah... berikanlah aku sisa umur yang penuh berkah, yang hanya akan aku isi dengan amal, kebaikan, sedekah, ketaqwaan, ibadah dan kepatuhan padaMU. Bantu aku...iringi langkahku ya Allah... lindungi untuk tetap istiqomah di jalan yang lurus yaitu jalan orang-orang yang kau ridhoi . Amin...Ya Allah biha... Ya Allah biha. Ya Allah bi hhusnul khotimah.