Wednesday, October 12, 2016

RESEPSI PERNIKAHAN ISLAMI


Gagasan untuk menulis artikel ini bermula ketika aku menghadiri suatu resepsi pernikahan minggu lalu. Sejak awal memasuki gedung resepsi hatiku sudah mulai miris, melihat lay out penyusunan ruangan. Kulihat kursi untuk tamu sedikit sekali, rupanya resepsi tersebut memakai konsep “semi standing party”, jadi siapa tamu yang datang di awal waktu akan dapat jatah kursi seadanya dan sisanya silahkan berdiri.

Bisa dibayangkan betapa “tersiksa”nya para tamu yang harus berdiri di tengah hari terik seperti itu. Prosesi resepsi itu sendiri lumayan lama karena begitu banyak agenda acara yang harus digelar, mulai dari tari-tarian, nyanyi-nyanyian, acara kecil reunian teman orang tua mempelai, pidato dan sebagainya. Aku memang datang di awal waktu jadi alhamdulillah masih dapat jatah kursi dibagian samping luar gedung, sementara kulihat banyak sekali termasuk tamu yang berusia setengah baya yang harus berdiri. Astaghfirullah.... gumamku!

Tibalah giliran makan, antrian panjang yang semrawut dengan para tamu yang berebut ingin duluan harus menguras kesabaran sedikit extra (perilaku tamu yang seperti kalap begitu mungkin karena sudah kelelahan harus berdiri cukup lama selama prosesi acara jadi lapar berat haha.....). Akhirnya sampai juga giliran aku dan kakak perempuanku serta suaminya mengambil jatah makanan. Tetapi setelahnya kami kebingungan bagaimana cara makannya karena kami tidak dapat tempat duduk.Sebagian tamu kulihat makan sambil berdiri. Aku tidak biasa dan tidak bisa makan sambil berdiri dan selain itu dalam tuntunan agam Islam yang aku dapatkan bahwa memang makan sambil berdiri itu tidak disunatkan. Kakak iparku menuju luar gedung duduk dipinggiran taman dengan cuaca terik sekali. Sementara aku dan kakak perempuanku nanar menatap sekeliling mencari kalau ada kursi kosong. Akhirnya ada sepasang tamu suami isteri yang buru-nuru menyelesaikan makannya dan mempersilahkan kami duduk, mungkin kasihan melihat kami. (Hmmmm....).

Episode dramatisasi resepsi pernikahan ini ternyata belum cukup sampai disitu, disaat pulang dan ingin bersalamanpun penuh dengan tragedinya sendiri. Antrian yang begitu panjang untuk bersalaman. Sungguh perlu kesabaran yang lebih lagi. Antrian salaman yang lama dan panjang itupun masih harus lebih bersabar lagi karena antrian itu harus di stop diselingi berbagai prosesi lagi, misalnya foto-foto berbagai tamu baik itu rekan mempelai, rekan orang tua yang ketika bersalaman diajak foto oleh mempelai dan keluarganya (sedangkan prosesi foto wajib bersama tamu kehormatan sudah dilakukan tadi sebelum acara inti dinyatakan usai dan para tamu dipersilahkan santap siang atau bersalaman). Pas hampir tiba giliran kami untuk naik ke panggung untuk bersalaman tiba-tiba panitia WO memutus antrian karena ada prosesi lempar buket bunga yang membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Dimana harus mengumpulkan dulu para lajang untuk kumpul di depan panggung, lalu mensetting posisi mempelai, lalu mempelai beberapakali bercanda dengan mengelabui para lajang yang menanti pelemparan, lalu lajang yang mendapatkan bunga harus tampil kemuka menerima doorprize berupa handphone, lalu pemenang tersebut foto bersama mempelai. Astaghfirullah...!

Aku yang saat itu sudah sebagian kakiku ditangga panggung kebetulan berdiri di dekat salah seorang panitia WO, sekedar iseng bertanya “Kenapa acara lempar bunga itu tidak dilakukan tadi saja saat para tamu belum dipersilahkan bubar makan dan bersalaman, atau sekalian nanti saja selesai acara. Kasihan sekali tamu-tamu yang sudah tua-tua (kami merasakan kok ibu-ibu yang sudah sangat tua dibelakang kami sampai harus bersandar ke tubuh kakakku karena kelelahan antri). Tanpa aku duga pertanyaan yang aku sampaikan dengan ramah tamah tersebut dijawab dengan sangat kasar oleh panitia. “Kami cuma panitia bu, kami juga punya orang tua bahkan ibu bapak saya sudah mati. Saya yatim piatu. Tapi tak harus seperti itu juga bu tamu teraniaya...bla...bla...bla”.

Astaghfirullah....aku kaget panitia laki-laki itu ngoceh dan berteriak-teriak. Kudiamkan saja. Sungguh dia mungkin belum paham arti kata menganiaya itu. Bahwa ketika seorang manusia merasakan tersiksa/jengkel karena perbuatan seseorang lain meski dia tidak mengeluh ataupun mengeluh alias ngedumel dalam hati maka telah menambahkan dosa untuk dirinya sendiri yang telah mengakibatkan perasaan itu muncul. Hmmmm....

Mungkin pihak keluarga yang mengundang itu sangat bangga dengan resepsi pernikahan yang mereka selenggarakan karena terlihat modern, tamu yang membludak dan para lajang rekan-rekan mempelai hadir dengan busana modis setengah telanjang, tetapi tanpa mereka sadari resepsi mereka telah menghadirkan demikian banyak mudaharat termasuk perasaan dan keluhan para tamunya. Pagi ini aku segera browsing tentang bagaimana tataca cara resepsi pernikahan yang Islami. Berikut rangkuman yang aku dapatkan dari berbagai sumber tersebut :

Rasulullah SAW memaknakan dalam haditsnya, menikah adalah menyempurnakan setengah dari agamanya. Ungkapan ini menegaskan betapa pernikahan menduduki posisi yang mulia dalam Islam. Ia bukan sekadar lembaga untuk menghalalkan “aktivitas ranjang”. Namun lebih dari itu. Menikah merupakan babak baru dari seorang individu muslim menjadi sebentuk keluarga di mana ia akan menegakkan syariat agama ini bukan hanya untuk dirinya sendiri namun juga terhadap pasangan hidupnya, anak-anaknya, dan sebagainya.

Nilai kemuliaan atau kesakralan pernikahan dalam Islam juga tecermin dari “prosesi” pendahuluan yang juga beradab. Islam hanya mengenal proses ta’aruf. Bukan praktik iseng atau coba-coba layaknya pacaran, namun dilandasi niatan yang tulus untuk berumah tangga sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT yang diringi dengan kesiapan untuk menerima segala kelebihan dan kekurangan dari pasangan hidupnya. Bukan niatan-niatan duniawi seperti mengejar materi, menutup aib, mengubur rasa malu, atau sekadar pelarian dari “patah hati”.

Islam juga mengatur proses walimah atau resepsi pernikahan yang menonjolkan nuansa kesederhanaan dengan diliputi tuntunan syariat. Bukan mengukuhi adat, tidak pula kental dengan tradisi Barat. Walimah dalam Islam, bukanlah hajatan yang sarat gengsi sehingga menuntut sahibul hajat untuk menyelenggarakan di luar kemampuannya.

Walimah nikah juga tidaklah dimaknai sebagai acara jual beli yang memperhitungkan untung rugi atau minimalnya “balik modal”, sebagaimana hal ini tecermin dalam budaya amplop. Sehingga yang diundang tidak dibedakan antara yang “beramplop tebal”, “tipis”, atau bahkan yang “tidak beramplop sama sekali”. Alhasil, tidak berlaku kaidah “yang penting bukan orangnya yang datang (untuk mendoakan), namun amplopnya.” Bahkan sebagaimana disitir dalam hadits, Rasulullah menyebut makanan dari walimatul ‘urs yang hanya mengundang orang-orang kaya sebagai sejelek-jelek makanan.

Lebih-lebih jika itu semua dibumbui acara-acara yang tidak memiliki makna secara Islam seperti (dalam adat Jawa) siraman, ngerik, midodareni, jual dawet, panggih, balang suruh, nginjak telur, dan sebagainya. Atau yang sok kebarat-baratan (baca: latah) dengan standing party (pesta berdiri), tukar cincin, lempar bunga, berciuman di depan tamu undangan, dansa, atau yang sekadar menyuguhkan “hiburan” berupa musik (organ tunggal).

Menghindari terjadinya ikhtilath (percampuran) antara para undangan laki-laki dan perempuan dalam satu majlis, termasuk dalam hal ini menyandingkan pengantin pria dan wanita di pelaminan yang disaksikan oleh seluruh undangan yang hadir sementara diantara mereka ada yang shaleh, fasik atau mungkin kafir.

Biasanya setelah disandingkan maka para undangan baik laki-laki dan perempuan berbaris memberikan ucapan kepada kedua mempelai secara bergantian yang memungkinkan terjadi persentuhan kulit atau pandangan kepada yang bukan mahramnya dan tak disangsikan lagi hal ini bisa mengundang fitnah.

Jika pada acara itu para undangan diberikan kesempatan untuk memberian ucapan selamat hendaklah para undangan pria hanya memberikan ucapan selamat kepada pengantin pria saja begitu juga dengan para undangan wanita cukup memberikan ucapan selamat kepada pengantian wanita saja sehingga tidak terjadi ikhtilat diantara mereka. Termasuk ikhtilath adalah pengambilan foto atau gambar kedua mempelai dengan para undangan yang hadir baik dengan menggunakan kamera maupun video.
Firman Allah swt :


قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ
وَقُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ


Artinya : “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat”. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya.” (QS. An Nur : 30 – 31)

Tidak menghadirkan lagu-lagu atau para penyanyi baik laki-laki maupun perempuan yang dapat melalaikan si pendengar dari dzikrullah atau dapat membangkitkan syahwat mereka. Hindari pula penggunaan alat-alat musik didalam walimah pernikahan ini kecuali duff (rebana).

Imam Bukhari meriwayatkan dari Aisyah bahwa ia menyerahkan pengantin wanita kepada seorang laki-laki dari kalangan Anshar. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pun bersabda: “Wahai Aisyah, apakah tidak ada hiburan, sebab orang-orang Anshar senang akan hiburan?.”
Imam Bukhari meriwayatkan dari Khalid bin Dzakwan ia berkata; Ar Rubayyi’ binti Mu’awwidz bin ‘Afran berkata; suatu ketika, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam masuk saat aku membangun mahligai rumah tangga (menikah). Lalu beliau duduk di atas kasurku, sebagaimana posisi dudukmu dariku. Kemudian para budak-budak wanita pun memukul rebana dan mengenang keistimewaan-keistimewaan prajurit yang gugur pada saat perang Badar.”

Dibolehkan bagi anda menghadirkan nasyid-nasyid islamiyah (senandung-senandung islami) yang tidak menggunakan peralatan musik.

Markaz al Fatwa menyebutkan bahwa tidak mengapa mendengarkan nasyid-nasyid didalam beberapa kesempatan, diantaranya pada walimah pernikahan jika tidak mengandung musik dan suara-suara yang menyerupai musik (Markaz al Fatwa No. 19596).

“ Dan tiadalah kehidupan di dunia ini melainkan senda gurau dan main-main, Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan”.

Setiap langkah dan perbuatan kita harus selalu berpatokan Allah ridho atau tidak, sesuai syariat atau tidak. Bukan hanya mengejar prestise duniawi semata. Sudah berulangkali aku menghadiri resepsi pernikahan di gedung yang sama dengan konsep “semi standing party” termasuk didalamnya ada prosesi lempar buket bunga. Sepertinya cara-cara ini menjadi booming dan dianggap modern. Sadarilah wahai para penyelenggara yaitu WO dan tuan rumah, tetap ada hisab dari apa yang telah kalian lakukan diluar syariat dan tuntunan Islam.

Jangan sampai hanya karena ingin dianggap modern demi prestise keduniawian kita malah menyalahartikan makna walimah itu sendiri. Walimah artinya menjamu para tamu undangan. Kalau membuat tamu undangan merasa tidak nyaman karena seremonial yang tidak sesuai tuntunan syariat maka jelas sudah menyimpang dari hakikat dan tujuan yang sebenarnya, bukan tidak mungkin akan menjadikan dosa bagi si pemilik hajat. Audzubillah min dzalik..!

Palembang, 10 Oktober 2016


Tuesday, August 23, 2016

HAKIKAT HIJAB BAGI SEORANG MUSLIMAH


“ Lebarnya jilbabku bukan karena diriku lebih baik, tapi hanya ingin menjadi lebih baik. Panjangnya kerudungku bukan karena diriku wanita suci tak bernoda, tapi tak ingin membuat liar pandangan para pria. Tertutup rapatnya semua auratku bukan berarti diriku mulus tanpa dosa, aku hanya ingin menutup satu pintu dosa yang biasa dilakukan oleh wanita, serta berusaha mentaati salah satu perintahNYA” 

Kutipan kalimat-kalimat tersebut diatas selalu menjadi caption menarik bagiku untuk menjabarkan secara simpel tentang kenapa aku berpenampilan seperti sekarang ini. Tidak mudah mempertahankan untuk tampil syar’i di era peradaban yang sedemikian global dan modern. Tatapan aneh, serta komentar agak nyeleneh sering kudapatkan. Teman-teman kantor juga tak urung berkomentar yang justru aneh menurutku. “Ah...saya sih masih muda, masih pengen ngegaya dulu. Nanti ajalah pake jilbab panjang kayak emak-emak gitu”. Dilain kesempatan adalagi yang beralasan ribet, karena orang lapangan jilbab syar’i sangat mengganggu. Tak sedikit pula yang mengatakan jilbabku seperti taplak meja, seprei saking lebarnya. Tapi kalau aku lagi membentang jilbabku untuk dilipat sedikit sebelum memakainya aku tersenyum sendiri, karena teman-temanku gak salah kok ternyata jilbabku memang selebar ranjangnya Ardi anakku. Seperti seprei atau bed cover ahaaaaa....


Yah...hidup ini pilihan, kita akan bertanggung jawab dengan pilihan kita masing-masing. Memang telah tertulis dalam Al-Qur’an bahwa akan datang suatu masa dimana kebenaran dianggap aneh , sedangkan kemaksiatan dianggap sesuatu yang lazim dan benar. Dan itu adalah tanda-tanda akhir zaman.

Tujuan menutup aurat secara syar’i sungguh sesuatu yang sangat besar kebaikannya bagi muslimah. Melindungi muslimah agar tidak diganggu. Tetapi inilah kemajuan peradaban. Trend busana muslimah yang begitu pesat dengan model dan gayanya yang sangat menarik sering membuat falsafah berhijab sendiri menjadi bergeser.

Allah Jalla wa ’Ala berfirman yang artinya:
“Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri istrimu, anak anak perempuanmu dan istri istri orang mukmin, “Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. Al Ahzaab: 59).

Aku ingat betapa aku tak henti-hentinya beristighfar didalam hati (karena ku tidak mau menilai, tidak mau berkomentar. Takut dikatakan sok suci, sok hebat bla...bla..bla..). Saat itu peringatan HUT Kemerdekaan RI yang ke-71. Ada perayaan yang diadakan oleh persatuan warga komplek tempat tinggalku. Jadi bercampur baurlah seluruh warga komplek dalam acara jalan sehat yang dilanjutkan senam pagi bersama dan diakhiri hiruk pikuk suara musik dangdut.

Sudah menjadi kebiasaan di suatu kompleks perumahan dikalangan kaum ibu-ibu selalu saja terjadi persaingan untuk tampil paling keren. Duh...ketika bercampur baur dengan segala macam makhluk laki-laki, tua muda hampir keseluruhan ibu-ibu tampil dengan luar biasa. Ya Allah...inikah yang dikatakan modern? Inikah yang dikatakan trendy? Pakaian kaos ketat, celana ketat dengan jilbab yang diputar balik kesana sini.... sedangkan dada menjadi tampak dengan sizenya luar biasa. Mereka sama sekali tidak merasa risih dengan berpakaian seperti “lontong bocor” begitu tertawa-tawa, meliuk-liukkan badan diiringi musik dangdut. Astaghfirullah...maafkan aku ya Allah...aku bukan menghakimi, bukan memvonis melainkan aku menangis melihat kaumku. Lekuk tubuh yang bulat, sintal dan menyembul kesana sini itu menjadi pemandangan dan santapan kaum bapak-bapak yang ada disana. Masih belum sempurna lagi kesedihanku , mereka berselfi ria dan foto-fotonya di ekspos di group, mungkin juga di Instagram dan Facebook... yang menyebabkan aurat yang seharusnya tertutup itu akhirnya menjadi konsumsi publik. Hatiku menjerit ..kemana suami-suami mereka, kemana anak laki-laki mereka yang membiarkan istri atau ibu mereka tampil seperti itu. Astaghfirulah...subhanallah ...!

Lalu Bagaimana Cara Memakai Jilbab yang Baik dan Benar?

Jilbab yang baik adalah jilbab yang sesuai dengan tuntunan Islam, bukan sesuai dengan mode atau trend yang berlaku di masyarakat. Apa saja syarat-syarat cara memakai jilbab yang baik dan benar? Beberapa di antaranya :
1. Menutupi aurat
2. Jilbab lebar dan menutup dada
3. Jilbab longgar tidak menampakkan bentuk tubuh
4. Tidak tembus pandang
5. Tidak memakai riasan/make up tebal yang berlebihan

Kesalahan Dalam Cara Memakai Jilbab

Berdasarkan cara penggunaannya, jilbab tidak seperti kerudung gaul seperti fenomena yang terjadi di masyarakat. Kerudung yang digunakan haruslah syar’i dan sesuai dengan yang diperintahkan oleh Allah dan Rasulnya, baik itu dala Al Qur’an ataupun hadits. Padahal, sekarang tidak sedikit orang yang berjilbab, tapi model dan riasannya kurang pas dalam mencerminkan penampilan muslimah yang baik sesuai syar’i, dan lebih mengutamakan mode dan style yang sedang booming di masyarakat seperti bagaimana para artis berjilbab.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :
“Bahwa anak perempuan apabila telah cukup umurnya, maka mereka tidak boleh dilihat akan dia melainkan mukanya dan kedua telapak tangannya hingga pergelangan” (H.R. Abu Daud)”.

Dengan demikian, mari kita mencoba untuk berjilbab sesuai dengan ketentuan tuntunan agama kita, bukan hanya sekedar tuntutan mode dan gaya. Kesalahan-kesalahan teknis lainnya yang berkaitan dengan gaya dan model berbusana atau berjilbab yaitu: 

1. Kerudung tidak Menutupi Dada
Ini bertentangan dengan firman Allah SWT dalam Al-qur’an “.. dan hendaklah mereka menutup kain kerudung ke dadanya … ” (QS. An Nur : 31)

2. Rok Kurang Panjang (sehingga Tampak Menggantung)
Hal ini tidak sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tarmizi dan Nasa’i, dari Ummu Salamah r.a. “”Ya Rasulullah, bagaimana dengan perempuan dan kain-kain mereka yang sebelah bawah?” Sabda Rasulullah S.A.W : “Hendaklah mereka memanjangkan barang sejengkal dan janganlah menambahkan lagi keatasnya” 

3. Pakaian Ketat dan Menampakkan Bentuk Tubuh
Selain terlihat dan terasa sesak, ternyata pakaian yang ketat juga tidak baik untuk kesehatan. Sebuah penelitian membuktikan bahwa pakaian yang ketat menyebabkan kulit kekurangan ruang untuk bernafas. Akibat yang ditimbulkan dari mengenakan pakaian ketat – mulai dari yang teringan seperti biduran, adanya bercak ringan di bagian tubuh tertentu sampai dengan penyakit yang cukup berbahaya, seperti kemandulan dan kanker.

Para muslimah hanya beranggapan bahwa menutup aurat adalah menutupi tubuh dengan kain agar tidak terlihat secara langsung. Sehingga apa yang dipakainya masih membentuk tubuhnya yang mengundang syahwat kaum lelaki. Hal ini sama dengan wanita yang memakai baju selam. Apakah pakaian selam pantas dikatakan berhijab? Semua tubuhnya tertutup ketat kecuali wajah dan telapak tangan. Dada dan lekuk tubuh lainnya terbentuk dengan jelas. Inilah yang disebut dengan berpakaian dan telanjang sama saja.


4. Menggunakan Riasan Make-Up yang Tebal
Menggunakan riasan make-up bagi seorang perempuan tidaklah dilarang, tapi anjurannya adalah ‘jangan berlebihan’ karena segala sesuatu ynag berlebihan itu tidak baik dan Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan. Jika sering menggunakan make-up terlalu tebal, maka kurang sehat untuk wajah karena kulit wajah tidak dapat bernafas dengan baik dan menyisakan residu yang berlebihan pada wajah sehingga jika tidak telaten dapat menyebabkan jerawat di wajah. Apalagi ada beberapa muslimah yang mungkin malas berwudhu atau hanya berwudhu sekedarnya saja dengan alasan menjaga riasan wajah agar tetap awet.

5. Tidak memakai kaos kaki, mengenakan blus yang pendek, memakai rok dengan belahan tinggi serta mengenakan kerudung yang terbuat dari bahan yang tipis/jarang.

6. Memakai celana panjang
Maksudnya adalah benar benar memakai celana panjang sebagai pakaian bawahnya. Sehingga belahan kakinya terbentuk. Namun jika memakai celana panjang kemudian dirangkap dengan gamisnya maka hal itu boleh dan lebih baik.

7. Cara membawa tas yang keliru.
 Muslimah yang sudah memakai jilbab dengan rapi kadang kurang memperhatikan cara membawa tas. Baik tas slempang (dibawa pakai bahu sebelah) atau tas jenis ransel (dibawa di punggung dengan dua slempang di dada). Selempang akan menekan bagian dada karena menahan beban tas sehingga dada akan terbentuk dan menonjol. Hal ini tidaklah patut bagi muslimah. Sebagai solusi, beralihlah dengan menggunakan tas jinjing. Repot sedikit tapi
selamat dari fitnah juga dari mata para saytan.

8. Berkerudung mini, berbaju lengan pendek dengan manset panjang

9. Tidak memakai manset. 
Manset yang terbuat dari kain kaos dan dikenakan di lengan tangan sangat bermanfaat. Ketika berada di busway atau bus kota dan tangan berada di besi tempat berpegangan, maka tanpa disadari lengan baju akan melorot dan lengan tangan akan terlihat. Sedangkan lengan tangan adalah aurat yang wajib ditutup. Manset berguna menahan turunnya lengan baju karena bersifat kesat. Kalau pun lengan baju melorot ke bawah, maka lengan masih tertutup manset.

10. Berwudhu di tempat umum (terbuka) dan membuka jilbabnya. 
Dengan alasan cuma sebentar dan mendesak, maka aurat pun terbuka ketika berwudhu. Seharusnya mencari tempat wudhu khusus wanita yang tertutup atau berwudhu di dalam kamar mandi.

Memang untuk sampai ketingkat syar’i yang sempurna kita perlu tahapan-tahapan proses. Akupun melalui tahapan-tahapan tersebut. Dulu aku sama sekali tidak berhijab, sampai suatu ketika aku mulai mengenal tentang hijab, saat itu aku sangat sudah mantap ingin sekali berhijab, namun ditentang oleh suami. “Untuk apa pakai jilbab wajahmu gak pake jilbab saja jelek sekali apalagi pake jilbab, kampungan, ketinggalan zaman”. Sampai akhirnya setelah bercerai dengan suami, 1 minggu pasca perceraian aku langsung mengenakan jilbab.

Memang ada muslimah yang harus mematuhi orang tua atau suami walau busananya semakin jauh dari yang disyari’atkan. Bahkan ada yang menyuruh melepaskan jilbabnya. Bertaubatlah wahai para orang tua dan suami, karena Anda akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sedangkan taat kepada makhluk dalam menentang Allah Subhanahu wa Ta’ala hukumnya haram.

“Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Allah.” (HSR. Ahmad).

Pertama kali berjilbab aku hanya mengenakan kerudung seadanya, bahkan ketika itu karena tuntutan pekerjaan sebagai orang pabrik jilbabku dimasukkan kedalam baju. Sehingga sesungguhnya aku hanya menutup kepala bukannya menutup aurat. Dan metamorfosa selanjutnya aku terbawa arus perkembangan mode busana muslim trendy ala ala hijaber. Kerudung/pasmina yang dililit, diputar kesana sini, tutorial mengenakan sawl/kerudung apapun aku bisa mengenakannya, bahkan dengan kreatifitasku aku bisa menciptakan tutorial mengenakan kerudung ala aku. Rekan-rekan banyak yang belajar dan menyukaiku. Aku sering memberikan demo di arisan RT, arisan karyawati atau perkumpulan ibu-ibu. Malah bergantian saja tetangga yang minta didandani jilbab pesta secara free olehku.

Bersyukur pada Allah dalam perjalanan metamorfosaku aku diingatkan oleh Allah, dengan umur yang hampir memasuki kepala 5 aku makin menyadari aneh dengan penampilanku, aku merasa sudah tidak pantas lagi untuk bergaya ala hijaber. Aku pernah membaca artikel dan menghadiri suatu kajian dipengajian yang membuat aku menjadi tahu, bahwa setiap lekuk tubuh yang seharusnya ditutupi rapat dapat dilihat/dinikmati orang lain terutama laki-laki merupakan dosa bagi kita. Aku tersentuh ...ya Allah.

Sampai suatu ketika temanku memposting foto di Path dengan mengenakan khimar 2 tone yang panjang. Aku melihatnya cantik sekali. Hatiku tergerak ingin juga mengenakannya. Puas aku mencari tempat jual khimar seperti itu. Akhirnya aku dapat produk tersebut secara online, tetapi pada saat datang produknya tidak begitu memuaskan hatiku. Dengan kreatifitasku aku membuat dan menjahit sendiri khimar. Bahkan akhirnya aku sempat menjual produk khimar buatanku.

Setelah memakai jilbab syar’i pun ada tahapan proses yang harus aku lalui. Mulai dari ukuran khimar 60 x 90 cm, lalu naik lagi ke ukuran 80 x 110 cm dan akhirnya ukuran 95 x 140 cm. Untuk ke kantor aku mengenakan square jilbab bahan wolfis tebal ukuran 159 x 150 cm. Tidak aku perdulikan perkataan orang disekelilingku yang mengatakan jilbabku seperti taplak meja, seperti seprei, kampungan ...bla...bla...bla...

Aku hanya ingin menutup satu pintu dosa yang biasa dilakukan oleh wanita, serta berusaha mentaati salah satu perintahNYA. Semoga aku bisa istiqomah, walaupun belum bisa menyadarkan teman-teman, saudara ataupun sesama kaum muslimah untuk menyadari tentang hakikat hijab secara aturan agama. Aku lebih sering harus menelan ludah dengan cibiran, ejekan bahkan bentakan mereka disaat aku mencoba menularkan apa yang aku punya.

Sudah sangat banyak dan sudah sangat jelas perintah Allah agar para wanita muslimah menutup aurat untuk melindungi kehormatan kita sendiri. Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan. Untuk dapat menempuh kehidupan yang indah di kampung akhirat nanti semeestinya kita menimba sebanyak-banyak pahala dan meminimalisir dosa. Janganlah hanya karena cara berpakaian yang salah dosa kita menjadi bertambah-tambah. Padahal kita belum tahu pasti apakah amalan selama didunia ini diterima atau tidak.




Aku dan ekosistemku

Meski orang pabrik tak menghalangi usaha untuk tampil seperti ini


Aku diantara habitat temen kantorku

Jelas tampak beda ukuran jilbabku dengan yang umum dipakai orang lain, wajarlah dibilang seprei atau taplak meja


Seragam jeans untuk hari Jum'at, tetep pake aturan seragam cuma kalu seluruh cewek pake celana maka aku tetep pake rok jeans



Thursday, June 23, 2016

AKU INGIN MENJADI DIRIKU


"You must be the change you want to see in the world."

Aku hanya ingin menjadi diriku sendiri. Sudah terlalu bosan terkekang selama ini karena terlalu memikirkan penilaian orang lain tentang diriku. Saat ini tempaan hidup yang sulit akhirnya membentuk aku menjadi pribadi yang kuat dan teguh memegang prinsip. selagi itu benar secara hukum dan syariat ya aku akan lakukan, peduli syetan sama omongan orang. Hmmmmm...bukan sombong tetapi menegakkan prinsip.

Dan inilah yang terjadi pagi ini. Aku menjadi pusat perhatian dan harus menerima tatapan aneh dari puluhan pekerja laki-laki di lokasi Utilitas Pusri -IB. Agak nekad dan berani.  Heheeee... Pagi ini aku harus inspeksi di lapangan terkait permintaan bagian utilitas P-IB dan bengkel untuk membuat tap point di demint water plant untuk membuat jalur demin untuk hydrostatic test Heat Exchanger.

Memang ini jugalah yang sangat memberatkan aku untuk dimutasikan ke RBP ini  yang dalam pekerjaannya harus meninjau lapangan. Selain aku sudah merasa tua, kedua adalah karena aku sudah mengikrarkan diri dengan pakaian syar'i. Jadi tak mungkin memakai celana panjang/pants, dan jilbabku yang melambai panjang (malah ada yang komentar seperti taplak meja dan parahnya lagi ada yang bilang seperti seprei). Sedangkan persyaratan ke lokasi pabrik harus memakai celanan panjang dan jilbab harus pendek dan dimasukkan ke dalam baju. Bla....bla...bla.... semua itu bertentangan dengan hati nurani dan prinsipku.

Itu aturan intern perusahaan ini, padahal jika mau mengintip ke negara-negara lain di Timur Tengah, pakaian bukanlah menjadi halangan untuk bekerja. Di negeri tersebut wamita-wanita pekerja sebagai operator, engineer malah menggunakan jubah dan cadar, toh bisa kerja dengan baik di area pabrik. Dan pagi ini aku bandel. Aku tetap ke pabrik dengan rok dan jilbab melambaiku.

Ketika pasangan mata menatapku dengan terperangah alias aneh aku cuek saja. Percaya diri saja. Aku tidak menyusahkan orang lain dan tidak pula menyusahkan diriku sendiri. Yah....dengan caraku begini aku ingin membantah/membuktikan pada mereka, baik itu orang-orang pabrik dan safety, pakaian syar'iku tidak menghalangi aku bekerja dan beraktifitas. Maaf ya...bapak-bapak ...entah apa yang ada dibenak kalian tentang aku di pagi ini. Aku gak ambil pusing..... 

Aku hanya akan terus berpegang teguh pada firman Allah subhanahu wata’ala dalam surat An-Nuur ayat 31:
“Katakanlah kepada wanita yang beriman:Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang biasa nampak dari mereka. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedada mereka dan janganlah menampakkan perhiasan mereka, kecuali kepad suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau puter-putera suami mereka, atau saudara-saudara mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka atau wanita-wanita islam atau budak-budak yang mereka miliki atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan terhadap wanita atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.Dan, janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung"

“Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Rabb Yang Maha Pemurah (Al-Qur’an) kami adakan baginya setan yang (menyesatkan) maka setan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.Dan sesungguhnya setan-setan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar danmereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk” (Az-Zukhruf :36-37)
Seringkali kita mendengar tentang nada-nada sumbang yang berkesan mengatakan bahwa jilbab itu tidak sesuai dengan perkembangan zaman yang serba modern dan canggih ini. Dimana kita hidup diabad 21 yang penuh dengan teknologi modern dan serba bebas, sehingga apabila kita mengenakan busana islami/jilbab maka kita akan ketinggalan zaman dan kuno(kolot). 

Patut ditanyakan kembali kepada mereka apabila jilbab itu tidak lagi relevan/sesuai dengan perkembangan zaman saat ini secara tidak langsung dia telah menyatakan bahwa Allah itu tidak relevan lagi menjadi Rabbnya karena yang menurunkan perintah jilbab itu adalah Allah Rabbnya seluruh makhluk dibumi dan dilangit.yang jelas-jelas termuat dalam kitab-Nya yang mulia Al-Qur’anul karim bila dia mengingkari hakikat perintah jilbab tersebut berarti dia mengingkari Al-Qur’an dan dengan dia mengingkari Al-Qur’an berarti dia telah mengingkari yang membuat hak ciptanya yaitu Allah subhanahuwata’ala.

Aku akan terus momohon kepada Allah untuk tetap istiqomah dan menjalanlan perintah dan aturanNYA dengan baik. Isnyaa Allah aku ingin Khusnul Khotimah. Amin...

Inilah penampakan aku dengan jilbab melambaiku




Tuesday, June 14, 2016

MENGHADAPI UJIAN KEHIDUPAN

Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berdukacita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.." (al-Hadiid: 22-23)

Perasaan sakit dan tertekan ini sungguh amat membelengguku. Aku pasrah sepasrah-pasrahnya, karena kusadari aku memang sangat kecil dan tidak punya kekuatan apa-apa. Mereka penguasa Pusri ini berkehendak, memerintah dan mengatur semuanya sekehendak mereka. Tanpa pernah berpikir kaum jelata seperti aku tersakiti, tersiksa.Tapi aku orang beriman....apalah arti kesemenaan mereka, kekuasaan mereka dihadapan Allah . Beberapa hari...dan sepanjang malam aku menangis. Memohon....”ya hayyu ya qoyyum birohmatika astaghrits...aslihlii sya’ni kullah falaa taqilni ilah nafsi torfata a’in” Aku dalam titik nadhirku merasa buntu dan tidak ada yang mampu menolongku. Dan sebaik-baiknya penolong cuma Allah. Ya Allah tolonglah berikanlah aku tempat kerja yang Kau berkahi...karena Engkaulah yang memiliki tempat terbaik. Aku gak bisa dan gak kuat lagi di unit kerja ini.....

Terus kuusahakan diriku untuk bersabar dan menjadi kuat, tangguh. Aku harus kuat, aku harus tangguh karena aku memiliki Allah yang tak pernah melepaskan hambanya dalam keadaan bagaimanapun.Aku percaya pasti ada hikmah dibalik semua kejadian ini. Kuserahkan semua padaNYA.

Islam mengajarkan kepada kita untuk selalu sabar dan tangguh dalam menghadapi cobaan. Mengapa kita harus tangguh menghadapi cobaan, sebab cobaan itu bagian dari hidup kita dan ada kebaikan dari cobaan tersebut. Kita tidak bisa menghindari cobaan selama hidup ini. Maka daripada kita menghindari cobaan, maka langlah yang benar adalah membina diri untuk menjadi pribadi yang tangguh dalam menghadapi cobaan.

Cobaan datang dari Allah dan Allah sudah memberikan cara menghadapi cobaan tersebut. Banyak dalil yang menjadi booster dan acuan agar kita tangguh menghadapi cobaan. Yangg harus kita yakini adalah, yakinlah bahwa ujian atau cobaan itu untuk kebaikan kita sendiri dan Allah tidak akan menguji manusia diluar batas kemampuannya. Beberapa dari bersumber Al-Qur'an dan Hadist yang membahas masalah ujian dan cobaan.

Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran). (QS .Al- A'raf .168)

Tiada seorang muslim tertusuk duri atau lebih dari itu, kecuali Allah mencatat baginya kebaikan dan menghapus darinya dari dosa. (HR Bukhari)

Barangsiapa dikehendaki Allah kebaikan baginya, maka dia diuji (dicoba dengan suatu musibah) (HR Bukhari)

Jika kita menghadapi cobaan dengan benar, maka kita akan mendapatkan kebaikan. Sebaliknya jika kita salah dalam menghadapi cobaan, maka malah keburukan dan siksa yang kita dapat dan cobaan itu sendiri tidak hilang. 


SIKAP POSITIF DALAM MENGHADAPI COBAAN

Lalu bagaimana cara kita menghadapi cobaan? Kata kuncinya adalah bagaimana kita menyikapi ujian tersebut. Mungkin kita berada dalam sebuah kondisi dimana kita memang tidak punya pilihan, artinya kita harus mengalami ujian itu. Namun, sebenarnya kita selalu punya pilihan, setidaknya dalam bersikap.

Menyikapi cobaan dengan positif sebenarnya sudah cukup, sebab sikap positif akan melahirkan semangat tidak menyerah, semangat mencari solusi, dan yang jelas, jika sikap positif itu berdasarkan Al Quran dan hadits, diiringi dengan niat ikhlas, maka kita PASTI akan mendapatkan balasannya di akhirat nanti.

Apa saja sikap positif yang harus kita pegang?
1. Yakinlah Anda Sanggup
Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan. (QS.At - Talaq :7)

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya (QS.Al - Baqarah :286)

Yakinlah bahwa setiap cobaan yang diberikan Allah kepada kita sesuai dengan kadar kemampuan kita. Jika kita merasa tidak sanggup menghadapi cobaan atau ujian yang kita alami, itu adalah sinyal bahwa kita harus meningkatkan kualitas diri kita. Bukan ujiannya yang terlalu berat, tapi diri kita sendiri yang loyo dan payah. Perbaiki diri, bukan mengeluh akan beratnya ujian. Yakinkan diri bahwa kita akan sanggup menghadapi ujian, menjadikan diri kita tidak akan menyerah, sehingga mengambil tindakan untuk memperbaiki diri dan mencari solusi. Yakinlah Anda bisa, insya Allah. 


2. Yang Kita Benci Bisa Jadi Baik Bagi Kita
Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS Al Baqarah .216)

Kita harus yakin, bahwa Allah akan memberikan yang terbaik bagi kita. Mungkin kita menyukainya, padahal itu buruk bagi kita sehingga Allah menghilangkannya dari kita. Terasa pahit, padahal justru itu yang terbaik bagi kita. Kita mungkin tidak mengetahuinya, tapi Allah mengetahui. Jadi berprasangka baiklah bahwa apa yang terjadi itu untuk kebaikan Anda. Allah Maha Penyayang. 


3. Cobaan Bukan Berarti Allah Benci Kepada Kita
Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu. (QS.Ad- Dhuha :3)

Cobaan itu tidak menunjukan bahwa Allah membenci kita. Rasulullah saw pun diberikan ujian oleh Allah, padahal beliau adalah habibillah (kekasih Allah). Jadi ujian bukan berarti benci. Justru untuk kebaikan sebagainya dijelaskan melalui ayat dan hadits yang sudah dibahas diatas.

4. Tenanglah, Kemudahan Akan Datang
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. (QS. Ash - Sharh :5-6)

Jangan khawatir dengan kesulitan, sebab Anda akan menemukan kemudahan. Syaratnya Anda harus bersedia melalui kesulitan tersebut. 

5. Jika Anda Menghadapi Cobaan, Perbanyak Shalat
Apabila Rasulullah saw menemui suatu kesulitan, maka beliau segera mengerjakan shalat. (HR Abu Dawud)

Shalatlah bukan malah melamun, bukan malah mengeluh. Jika mau menangis, menangislah kepada Allah. Bangun malam, dirikan shalat malam, dan mintalah petunjukan dan pertolongan kepada Allah. 

6. Berdo’a dan Selesaikan Kesulitan Orang Lain
Barangsiapa ingin do’anya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya, hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain (HR Ahmad)

Berdo’alah, karena Allah akan mengabulkan do’a kita. Dan, salah satu rahasia agar do’a itu dikabulkan, selesaikan atau bantu kesulitan orang lain. Mungkin aneh, kita sendiri sedang mengalami kesulitan tetapi malah harus menyelesaikan kesulitan orang lain. Ini adalah perintah Allah dan tidak mungkin salah.


7 Bersabarlah
Aku (rasulullah) mengagumi seorang mukmin yang bila memperoleh kebaikan, dia memuji Allah dan bersyukur. Bila ditimpa musibah, dia memuji Allah dan bersabar. (HR Ahmad)

Orang yang berbahagia ialah yang dijauhkan dari fitnah-fitnah dan orang yang terkena ujian dan cobaan, dia bersabar. (HR Ahmad)

Ada yang mengatakan bahwa sabar adalah resep untuk segala masalah. Memang benar. Tentu saja dengan definisi sabar yang benar. Seseorang yang sedang berperang membela agama Allah yang bersabar, adalah mereka yang teguh dalam peperangan itu. Justru Allah melarang kita menyerah atau meninggalkan pertempuran. Artinya menyerah bukanlah definisi sabar. Sabar adalah keteguhan dalam kebenaran.

Sabar juga bisa berarti adalah tetap teguh dalam mecari solusi. Anda tetap teguh dalam perjuangan keluar dari masalah. Jika Anda melakukan sabar dengan sabar yang benar, insya Allah solusi akan datang.


8 Dakwah
“Kalian harus menyeru kepada kebaikan dan melarang dari kemungkaran. Kalau tidak, Allah akan mengirim hukuman kepada kalian, saat kalian berdo’a kepada-Nya, Dia tidak mengabulkan doa kalian.” (HR At Tirmidzi)

Berdo’alah kepada Allah, dan agar do’a kita dikabul kita harus berdakwah, menyeru kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran. Jangan berhenti berdakwah karena kita sedang dalam kesulitan, justru dakwah akan memudahkan kita mengatasi kesulitan. Jangan mengeluh masalah begitu berat, sementara kemungkaran kita diamkan saja. Jangan mengeluh tidak bisa mengatasi ujian, sementara kita tidak mengajak orang kepada kebaikan. 


9 Khusyu’
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya. (QS.Al - Baqarah:45-46)

Dan, mintalah pertolongan dari Allah dengan shabar dan shalat. Ini memang tidak mudah kecuali bagi mereka yang khusyu’, yaitu orang yang yakin bahwa dia akan menemui Allah dan akan kembali kepada-Nya. Saat kita yakin bahwa kita akan kembali kepada Allah, maka sebesar apa pun masalah yang kita hadapi, semuanya menjadi kecil, sebab urusan besar itu mempersiapkan diri untuk di akhirat nanti. 



PadaMU ya Allah aku berserah dan memohon pertolongan dan semoga Allah memberikan peringatan bagi mereka-meraka yang angkuh, sombong dan dzalim

Note:
Disarikan dari berbagai sumber para blogger.


Friday, June 3, 2016

PILIHAN BUAH YANG BAGUS UNTUK DIET

Ada beberapa buah yang bagus untuk diet yang dapat membantu menurunkan berat badan secara alami. Kaya akan serat yang membantu mengefisienkan pencernaan dan rendah kalori menjadi alasan utama buah-buahan tersebut cocok untuk dikonsumsi selama melakukan program diet. Hampir seluruh program diet yang sehat dan ideal menganjurkan konsumsi buah-buahan. Mengonsumsi buah saat tidak melakukan diet pun akan membuat berat badan terjaga dan tubuh tidak melar.

Selain untuk tujuan diet, kandungan gizi dan vitamin yang ada di dalam berbagai jenis buah-buahan juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Jadi pada dasarnya mengonsumsi buah bukan hanya ditujukan atau diwajibkan untuk orang yang sedang diet saja, tetapi juga untuk semua orang sehat agar tetap bisa menjaga kesehatannya. Diet sehat adalah sebuah program yang mengatur pola makan dan pola hidup untuk menjadi lebih sehat dan lebih baik yang bertujuan agar berat badan berlebih bisa segera berkurang. Banyak sekali program diet yang diciptakan dan sudah dipublikasikan. Akan tetapi, ternyata juga cukup banyak orang yang program dietnya gagal. Kira-kira apa penyebabnya? Mengonsumsi Buah yang Bagus untuk Diet Agar Berat Badan Cepat Turun

Sebagian besar kesalahan yang biasanya dilakukan oleh seseorang yang pada akhirnya gagal di akhir program dietnya adalah mereka yang tidak mengimbanginya dengan pola makanan yang sehat dan juga tidak diimbangi dengan berolahraga. Terkadang ada orang yang benar-benar tidak suka buah dan hanya mengonsumsi sayur. Meskipun kelihatannya sepele, tetapi peranan buah tentu tidak bisa digantikan sepenuhnya dengan sayuran. Berolahraga secara rutin selama Anda menjalankan program diet juga sangat penting. Hal-hal inilah yang menjadi kunci sukses menguruskan badan secara alami.

Lalu, buah apa saja yang cocok untuk membantu menurunkan berat badan? Berikut selengkapnya.


PISANG
Buah pisang adalah salah satu jenis buah yang sangat mudah ditemukan di daerah-daerah tropis seperti di Indonesia. Dan di sekitar rumah Anda, Anda juga pasti tidak akan kesulitan menemukan pohon pisang atau penjual buah pisang. Pada dasarnya banyak sekali manfaat atau khasiat yang bisa Anda dapatkan dari buah pisang ini. Dan salah satu manfaatnya adalah untuk melancarkan program diet Anda. Pisang memiliki kandungan serat dan tinggi dan juga sangat rendah kalori, sehingga sampai saat ini buah pisang masih menjadi buah yang bagus untuk diet dan banyak disukai oleh orang karena rasanya yang juga lezat. Selain itu buah yang identik dengan warna kuning atau hijau ini juga mengandung karbohidrat kompleks yang baik untuk diet.
Pisang


APEL

Buah yang bagus untuk diet selanjutnya adalah buah apel. Jenis buah yang terkadang berwarna merah, hijau atau kuning ini adalah salah satu buah yang rasanya lezat dan nikmat untuk dibuat menjadi berbagai olahan. Sebut saja jus apel, keripik apel, dan sebagainya. Buah apel ini adalah jenis buah yang mengandung banyak nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh dan sangat baik dikonsumsi sehari-hari. Bagi Anda yang sedang menjalankan program diet, Anda bisa mengganti camilan Anda dengan buah apel. Sama seperti buah pisang, apel juga mengandung serat yang tinggi sehingga bagus untuk pencernaan. Selain itu, tanpa Anda sadari ketika Anda menggigit buah apel, buah apel bisa menjaga kesehatan gigi Anda.

Apel


PEPAYA
Buah pepaya adalah salah satu buah pendamping diet yang sangat bagus dan banyak manfaatnya. Seperti yang kita ketahui bersama, buah pepaya adalah salah satu jenis buah yang kandungan seratnya sangat tinggi sehigga dengan mengonsumsi buah pepaya Anda juga bisa membantu memelihara kesehatan pencernaan Anda. Lalu apa hubugannya dengan diet? Tentu saja ada, jadi jika saluran pencernaan bekerja dengan baik, maka tumpukan lemak yang ada di dalam tubuh pun akan ikut terbuang dari tubuh dan proses penurunan berat badan semakin cepat. Selain untuk orang yang sedang diet, bagi Anda yang baru saja hamil atau para lansia buah pepaya sangat banyak manfaatnya untuk melancarkan buang air besar.

Pepaya


MELON
Buah berwarna hijau segar ini juga menjadi salah satu buah yang bagus untuk diet. Selain warnanya yang segar, saat dimakan rasanya juga sangat segar dan mengandung banyak air. Dan yang lebih luar biasa adalah, ternyata dibalik rasanya yang nikmat dan banyak mengandung air itu melon juga cukup disarankan bagi Anda yang sedang melakukan program diet. Kandungan air yang tinggi pada buah melon dinilai bisa membantu melancarkan pencernaan yang juga bisa membantu Anda mempercepat proses penurunan berat badan.

Melon


BUAH ARA
Selain keempat buah tadi yang bermanfaat untuk kesehatan pencernaan dan kelancaran pencernaan. Ada satu buah lagi yang juga bermanfaat untuk diet dan pencernaan. Buah ara, mungkin Anda juga cukup asing dengan jenis buah ini. Buah yang bagian dalamnya berwarna merah dan bagian luarnya terkadang berwarna hijau atau ungu ini ternyata juga mengandung banyak serat sehingga sangat bagus untuk proses penernaan dan proses penurunan berat badan. Selain itu, bagi Anda yang memiliki golongan darah O, buah ara juga menjadi salah satu buah yang bagus untuk diet golongan darah O.

Buah Ara


SEMANGKA
Selain buah melon, buah semangka juga memiliki kandungan air yang banyak. Saat mengonsumsi buah semangka Anda juga akan merasakan efek terhindar dari dehidrasi karena kandungan airnya yang sangat menyegarkan. Buah yang dagingnya berwarna merah dan biasanya memiliki banyak biji ini mengandung banyak vitamin A dan juga vitamin C yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Buah semangka akan membuat Anda mendapatkan energi ekstra dan juga membuat Anda merasa kenyang lebih lama. 

Semangka

JENIS BUAH YANG BISA MENGGAGALKAN DIET

Nah, selain beberapa jenis buah yang bermanfaat untuk program diet tadi, ternyata ada juga beberapa macam buah yang sebaiknya Anda hindari saat Anda sedang melakuan diet. Alih-alih ingin mempercepat proses diet, jika mengonsumsi jenis buah ini Anda justru bisa merusak diet Anda.

Jenis buah pertama yang harus Anda hindari saat sedang diet adalah buah alpukat. Pada dasarnya buah alpukat memang sangat bermanfaat untuk kesehatan jantung. Akan tetapi, kandungan lemak dan juga kalori yang tinggi bisa merusak proses diet Anda. Yang kedua adalah jenis anggur merah, jenis buah yang juga sebenarnya bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung dan juga bisa mengurangi berat badan dengan lebih cepat. Akan tetapi jika Anda mengonsumsinya dengan porsi yang sembarangan, justru akan memberikan dampak negatif untuk tubuh Anda.

Alpukat

Anggur

Buah coklat, termasuk produk turunannya, juga sebaiknya Anda hindari ketika Anda sedang berdiet, karena terlalu banyak mengonsumsi coklat hitam bisa menambah asupan kalori, lemak dan lemak jenuh ke dalam tubuh Anda.



Sunday, May 22, 2016

TEKNIK PADU PADAN BUSANA

Teknik dalam busana sebenarnya sangat mudah. Bukan terletak pada harga yang mahal ataupun barang bermerk. Jika kita pandai memadu padankan busana, memadu padankan tata warna dalam busana maka pakaian yang kita kenakan akan sangat terlihat menarik dan elegan.

Bagaimana cara menggunakan roda warna? Simak triknya berikut ini!

HUE, TINT, TONE & SHADE
Pertama-tama, kita harus tahu dahulu istilah warna dalam dunia fashion. HUE adalah warna dalam bentuk yang paling murni/warna dasar. TINTt,TONE, dan SHADE merupakan turunan dari hue. TINT = HUE + putih; TONE = HUE + abu-abu, SHADE = HUE + hitam. Keempat unsur ini digunakan untuk membuat warna yang dilihat oleh mata kita.

Setelah mengetahui perbedaan hue, tint, tone, dan shade, sekarang saatnya kita belajar menggunakan roda warna dan mengetahui kombinasi warna yang dapat dijadikan inspirasi.

1. MONOKROMATIK
Monokromatik adalah perpaduan warna fashion dalam satu warna yang memiliki intensitas berbeda. Intensitas di sini adalah tint yang merupakan tingkatan warna, mulai dari warna itu sendiri sampai hilang warnanya atau menjadi putih.

Paling mudah dijelaskan dengan menggunakan warna hitam, yakni warna dimulai dari warna dasar hitam yang semakin lama intensitas warnanya semakin berkurang sehingga menjadi abu-abu, perak, kemudian putih. Bisa dibilang monokromatik adalah perpaduan warna yang harmonis.


Padu padan warna monokromatik


2. WARNA ANALOG
Warna analog adalah warna-warna yang saling bersebelahan dalam roda warna. Kombinasi dari warna yang saling bersebelahan pada color wheel atau roda warna akan menciptakan efek harmoni yang baik sebab memiliki kemiripan/kedekatan warna. Contohnya adalah warna hijau (green), hijau muda (lime green), dan kuning (yellow).

Berikut adalah contoh kombinasi warna baju analog yang dapat diaplikasikan. Kombinasi warna baju hijau dan biru terkesan elegan, sedangkan kombinasi warna hijau dan kuning terkesan segar.

Roda warna garis merah menunjukkan paduan warna analog

Padu padan warna analog




3. WARNA DENGAN SUDUT 90 DERAJAT
Cara menentukannya adalah antara warna yang satu dengan warna lain memiliki jarak dua lengan (membentuk sudut 90 derajat) pada color wheel.

Contohnya adalah baju yang berwarna kuning—oranye (yellow—orange) cocok dipadukan dengan jaket warna hijau (green). Untuk perpaduan warna yang menantang, bisa digunakan warna kuning (yellow) dan merah—oranye (red—orange). Nah, perpaduan warna seperti ini akan terlihat lebih menantang dibandingkan dengan pilihan yang pertama tadi.

Roda warna dengan sudut 90 derajat


Contoh padu padan warna dengan sudut 90 derajat


4. WARNA KOMPLEMENTER
Warna komplementer adalah kombinasi pakaian dengan warna-warna yang saling berseberangan pada color wheel. Untuk memadukan warna komplementer, dibutuhkan keberanian karena warna-warna ini merupakan warna yang berlawanan. Apakah warna-warna ini cocok jika dipadankan? Tentu saja. Salah satu contoh warna komplementer yang paling mudah adalah hitam dan putih.

Apakah hanya hitam dan putih saja yang cocok? Tidak. Dalam roda warna di atas, dapat kita lihat bahwa hijau berkomplementer (berlawanan) dengan merah. Dian Pelangi memadukan warna hijau dan merah ini dengan apik sekali.

Panduan menetukan roda warna komplementer ditunjukkan oleh garis merah


Padu padan warna komplementer




5. KOMBINASI WARNA T
Kombinasi warna T terbentuk dari huruf T yang terdapat pada roda warna. Untuk lebih jelasnya, silakan lihat roda warna berikut ini.

Berikut adalah contoh padu padan warna baju yang menggunakan kombinasi warna T dalam outfit yang dikenakannya. Model pada gambar mengenakan busana dengan paduan warna merah (red), biru (blue violet), dan hijau (green) yang akan membentuk huruf T jika dilihat pada roda warna. Model yang satunya mengenakan busana dengan warna oranye (orange), pink (crimson), dan biru (blue).

Roda warna ini tidak hanya digunakan dalam padu padan warna baju saja, tetapi juga untuk membantu menentukan warna yang akan digunakan dalam motif sebuah karya seni (busana, aksesori). Contohnya adalah warna motif pada tas batik berikut ini. Motif batik pada tas ini memadukan warna hijau kekuningan (lime green), merah keunguan (crimson), dan biru (blue).

Panduanuntuk roda warna T ditunjukan oleh garis merah

Padu pada warna T





6. KOMBINASI WARNA X
Kombinasi pakaian dengan warna-warna yang membentuk tanda tambah (+) atau “x” pada color wheel akan menghasilkan perpaduan yang lebih kaya lagi karena kombinasi ini terdiri atas 4 kombinasi warna.

Pada contoh berikut ini, dapat kita lihat bahwa motif pada baju model menggunakan kombinasi warna X, yakni perpaduan warna kuning oranye (orange-yellow), ungu kebiruan (blue-violet), hijau (green), dan merah (red).


Roda warna X

Padu padan warna X







Disadur dari www.abiummi.com